Susno Duadji Akhirnya Diizinkan Pulang

Susno DuadjiJakarta – Setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam lebih di Divisi Propam Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji akhirnya diperbolehkan pulang. Didampingi pengacaranya Henry Yosodiningrat dan seorang kerabatnya Husni, Susno Duadji kembali ke rumahnya di bilangan Cinere Depok Jawa Barat.

Saat keluar dari Mabes Polri dengan penjagaan ketat, Susno Duadji tidak sempat memberikan keterangan, namun setiba di kediamannya di Cinere, karena alasan letih setelah menjalani pemeriksaan, sedikit keterangan kemudian disampaikan oleh pengacara Henry Yosodiningrat.

Menurut Henry, saat Susno ditanya oleh pemeriksa bahwa apakah anda tahu apa kesalahannya, dijawab oleh Susno tidak tahu. Lalu lanjut Henry, dijelaskan oleh pemeriksa bahwa Susno diperiksa karena akan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin, kemudian dijawab Susno bahwa itu berarti saya tidak melanggar karena belum berangkat.

Jadi menurut Henry, apa yang dilakukan Susno Duadji baru merupakan upaya percobaan pelangaran yang menurut pengacara senior yang juga ketua DPP Granat itu, Susno tidak dapat dipersalahkan karena baru merupakan upaya percobaan.

Selama pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga selesai pukul 22.45 WIB oleh Divisi Propam Mabes Polri, menurut Henry, Mantan Kabareskrim itu mendapat lima buah pertanyaan.

Penjemputan paksa Susno Duadji oleh Propam Mabes Polri di terminal 2 keberangkatan internasional Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Senin sore, 12 April 2010, memancing simpati dari sejumlah pihak termasuk sejumlah anggota Komisi III DPR.

Sebelumnya, Susno Duadji hadir di rapat dengan Komisi III DPR dalam rangka permintaan perlindungan hukum dan politik atas langkah yang dilakukan dalam upaya membongkar praktek makelar kasus di tubuh Mabes Polri, Kejaksaan Agung,  dan Pengadilan.

Setelah kehadirannya di DPR, Susno Duadji juga sempat mengeluhkan bahwa ia merasa dibuntuti oleh sejumlah orang yakni 5 buah mobil dan 3 buah motor.

Tekanan demi tekanan yang dialami Susno Duadji termasuk yang terakhir dengan dilakukan penjemputan paksa, dikhawatirkan membuat sang wistle blower menjadi berkurang kevokalannya. Namun kekhawatiran tersebut dibantah oleh Susno saat melakukan  jumpa pers singkat di ruang tamu sebelum ia sitirahat di kediamannya.