SURABAYA – Produsen motor Viar berusaha terus menggenjot penjualannya. Tahun ini Viar menargetkan penjualan sebesar 120.000 unit atau meningkat 24% dibanding penjualan 2010 yang mencapai 96.807 unit.
GM Sales and Marketing Viar, Akhmad Zafitra Dalie, menyebutkan, penjualan 2010 yang mencapai 96.807 unit tersebut meningkat 58% dibanding penjualan 2009 sebesar 61.293 unit. saat ini Viar berada di posisi keempat dari sisi penjualan seluruh merek motor di Indonesia di bawah tiga pabrikan raksasa Honda, Yamaha, dan Suzuki.
“Viar menguasai market share 1,3% dari total penjualan motor seluruh merek yang mencapai 7,49 juta unit berdasarkan data AISI dan tim riset Viar,” kata Dalie di Surabaya.
Dikatakan Dalie, bisnis otomotif terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Setelah sempat menurun pada 2009 dengan penjualan hanya 5,8 juta unit, tahun 2010 sudah pulih menjadi 7,4 juta unit.
Khusus Viar, kata dia, penjualan motor bebek masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 74% atau 71.554 unit. Sedangkan tipe roda tiga atau mobil niaga berkontribusi 13%, tipe sport 7%, dan skutik 6%.
“Penjualan di Jatim mencapai 12% dari total penjualan Viar sebesar 96.807 unit pada 2010. Tahun ini kami targetkan kontribusi Jatim naik hingga 20%,” tandas Dalie.
Disebutkan Dalie, keunggulan Viar terletak pada harga yang ekonomis, namun dengan kualitas yang kompetitif. Harga jual Viar bisa lebih murah karena mereka tidak perlu membayar royalti kepada prinsipal asing maupun produsen asing lain yang besarannya hingga 30%.
“Harga jual kami murah karena motor kami diproduksi dalam negeri sehingga tidak harus membayar royalti kepada prinsipal asing ataupun pihak eksternal yang besarannya sekitar 30%,” papar Dalie.
Untuk menjaga kualitas motor, sambung dia, pihaknya telah mendapat standarisasi dari Standar Ketahanan Mesin dari Lembaga Riset Pemerintah (BPPT), standar uji emisi Euro 2000, standar ketahanan mesin.
Dalie mengatakan, dalam satu dasawarsa terakhir, penjualan Viar sudah menembus angka 400.000 unit. Dalam lima tahun ke depan, Viar mematok target penjualan hingga 1.600.000 unit. Ini menyusul pembangunan pabrik baru di kawasan Bukit Semarang Baru. Pabrik yang memiliki kapasitas produksi sebesar 40.000 hingga 60.000 unit motor tersebut dibangun dengan investasi sebesar US$20 juta.
“Saat ini kapasitas produksi pabrik Viar dengan lahan seluas 5 hektare baru sekitar 20.000 unit per bulan,” sebut Dalie. (doni sujito).
.









