maiwanews –Â Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggoro Widjojo akhirnya ditangkap. Tersangka kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan itu tiba di Bandara Soekarno Hatta Kamis, 29 Januari 2014 malam WIB.
Dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dari China, Anggoro Widjojo mendarat di terminal 2D dan keluar bandara melalui pintu kargo yang terdapat di bagian belakang.
Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, peberhasilan pemulangan Anggoro Widjojo setelah 4 tahun 7 bulan menjadi buron berkat bantuan sejumlah pihak baik dari Indonesia maupun China.
Mereka kata Abraham adalah minister public security, minister of supervision, ICAC, atase dan konsulat jenderal di Indonesia, interpol, Garuda Indonesia dan imigrasi. Untuk itu Abraham menyampaikan terima kasih.
Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang mendampingi Abraham Samad saat menggelar jumpa pers.
“Kami berkoordinasi dengan minister public security, minister of supervision, ICAC dan juga teman-teman atase dan konsulat jenderal di Indonesia. Kami bekerjasama dengan interpol dan imigrasi juga,” kata Bambang di Gedung KPK, Jumat (31/1/2014) dini hari WIB.
Penangkapan terhadap Anggoro oleh petugas imigrasi China bermula ketika kakak kandung Anggodo Widjojo itu melintas dengan bus menuju Shenzhen dari Hongkong.
Penangkapan lalu dilakukan ketika Anggoro sedang melalui check point batas darat di Shenzhen wan atau Shenzhen wan control point.
Saat ditangkap, Angroro sendiri dan tidak melakukan perlawanan.









