Tanpa Senjata Api Hutannya Tetap Lestari

Tuban – Tak sekedar pamer dan nyombong apa yang dikatakan Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Kebonharjo, Ir. Sudarwanto, Msi diruang kerjanya, Kamis, 17/02/2011, tentang strategi pengamanan hutan yang Polhutnya tanpa dibekali senjata api.

”Masyarakat desa sekitar hutan KPH Kebonharjo menyadari arti dan pentingnya kelestarian hutannya. Jika mereka sadar otomatis peristiwa pencurin kayu jati di sini hampir tidak pernah terjadi,” paparnya, Kamis,17/02/2011.

Didampingi Komandan Koordinasi Keamanan hutan, Wakil Adm-nya, Ir. Widodo Budi Santoso, Shut berseloroh sambil menunjukkan hasil laporan anak buahnya, mengatakan bahwa sejak lima tahun terakhir angka pencurian kayu jati dan jenis rimba lainnya serta perusakan hutan lainnya trendnya mengalami penurunan yang signifikan. ”Tiga tahun terakhir angka grafiknya selalu turun hingga 0 %, ” paparnya.

Sudarwanto juga mengtakan bahwa Perhutani pernah berjalan sejauh tujuh kilo meter lebih bersama petugas Polhutnya yang saat itu (Jum’at, 11/02/2011) jalan bareng Kapolres Rembang, AKBP Kukuh Kalis Susilo dan Dandim Rembang Letkol Dedy Yusnar Hermawan bersama staf mengelilingi hutan yang dikelola KPH Kebonharjo. Rencananya mereka ingin melihat dan mengetahui sejauh mana kehebatan Perhutani ini dapat mengamankan hutannya tanpa senjata.

Begitu memasuki kawasan hutan wilayah hutan Kebonharjo, kedua petinggi Polri dan satunya dari Angkatan Darat ini keheranan, geleng-geleng kepala. “Koq bisa ya petugas Perhutani mampu mengamankan hutannya tanpa senjata. Padahal di sekitar hutan yang dikelolanya dikelilingi oleh puluhan desa,” ungkap Kukuh Kalis ketika di hutan (penuturan Adm ini).

Hal senada juga disampaikan Dedy Yusnar, baginya sangat berbeda apa yang selama ini diketahuinya di daerah lain selalu ada pelaku ilegal logging yang selalu merusak kawasan hutan.

”Hampir saya ketahui di beberapa wilayah selalu ada pelaku penjarah dan perusak hutan,” katanya sambil bersungut memikirkan hal ini(juga penuturan Sudarwanto).

Sambil menunjukkan Surat Keputusan Direksi Perum Perhutani tentang kebijakan dari Direktur Utama soal somasi Droup The Gun pada Nomor Surat : 316/058.5/Kam/Dir tgl 26 Nop. 2008 about All Fire Arm stored to arsenal at All KPH under TFT project (KPH Kendal, Kebonharjo, Cepu, Randublatung, Ciamis and Banten), Artinya, tentang Semua Lengan Api disimpan ke gudang di Semua KPH dalam proyek TFT (KPH Kendal, Kebonharjo, Cepu, Randublatung, Ciamis dan Banten).

Sudarwanto sedkit menambahkan bahwa masyarakat sekitar di sini sudah punya tradisi kepedulian yang tinggi untuk menjaga, mengamankan dan melestarikan hutannya. “Silahkan siapa saja yang mau melihat mereka di sisi pola hidup dan cara bercocok tanam yang tetap memperhatikan konservasin hutannya,” ungkapnya. (memet)