Tegang, Pelantikan Pejabat KPH Kebonharjo

REMBANG – Meski hanya pelantikan pejabat di lingkup Perum Perhutani KPH Kebonharjo, yang dihelat pada Sabtu (14/5/2011) pagi kemarin di gedung setempat instasi tersebut, nampak ketegangan di sana-sini.

Sejumlah aparat dari Polsek Jatirogo dan beberapa personil TNI AD nampak berada di luar gedung dimana acara berlangsung. Wartawan media cetak dan elektronik dari Jawa Timur dan Jawa Tengah pun datang meliput.

“Kedatangan kami ke acara tersebut, berdasar informasi akan adanya demo besar-besaran terkait mutasi di lingkup Perhutani KPH Kebonharjo,” tutur Hartono, kontributor TVONE.

Meki hingga acara usasi tak terjadi aksi demo, namun suasana tegang masih terlihat jelas dari raut muka para pejabat Perhutani stempat.

Di sisi lain, proses mutasi di lingkungan KPH Kebonharjo itu sendiri menuai protes dari salah seorang pejabat yang ikut dimutasi.

Pasalnya, Admininistratur Perum Perhutani KPH ( Kebonharjo dinilai diskriminatif dalam menentukan gerbong mutasi karyawannya.

Roy Gonzalves, salah satu pejabat yang ikut dimutasi, dari Asper BKPH Ngandang untuk menduduki jabatannya yang baru sebagai Asper DI BKPH Kdungjambu, KPH Randublatung, kepada wartawan menyatakan jika langkah pimpinannya tak memenehui asas keadilan.

“Dalam waktu empat bulan, kami diperlakukan oleh administratur dengan diskriminatif, tetapi kami tetap berkomitmen untuk bekerja semaksimal dan sebaik mungkin demi Perhutani, “ tutur Roy.

Roy menandaskan, hingga proses mutasi digelar dia belum menerima SK mutasi.

Adm Perhutani KPH Kebonharjo, Sudarwanto, kepada wartawan yang menghubungi di kantornya, membenarkan adanya karyawan yang dimutasi melakukan protes.
“Memang ada yang protes sampai dengan digelarnya pelantikan, tapi apa yang ditudingkan adalah tidak benar dan saya tetap melakukan mekanisme sesuai aturan Perhutani, “ ujar Sudarwanto.

Sudarwanto menyatakan, adanya pengawalan ketat dari sejumlah aparat TNI dan Polri adalah hal biasa.

“Tapi saya tidak memanggil sepeleton TNI AD dalam ikut serta menjaga keamanan. Tapi kalau polisi memang kami undang,” ujar Sudarwanto. (LEA)