Tentara Rusia Belum Berhasil Kuasai Kyiv, Ukraina

20220309-loadmaster-au-as-memeriksa-baling-baling-c-130j-super-hercules-13feb2022
Seorang loadmaser AU AS memeriksa baling-baling C-130J Super Hercules di Bandara Rzeszów-Jasionka, Polandia. 13 Februari 2022.

maiwanews – Pasukan Rusia belum berhasil menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv. Secara keseluruhan, kemajuan militer Rusia di Utara untuk merebut kota itu terhenti. Sementara di Selatan, tentara Rusia membuat beberapa kemajuan.

Hal itu diungkap pejabat senior pertahanan Amerika Serikat sebagaimana dikutip lama Dephan AS (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) hari Selasa (08/03/2022) waktu Washington atau Kamis (09/03/2022) sekitar pukul 4 dini hari WIB.

“Di dekat Kyiv, kami masih mengamati bahwa pasukan Rusia belum bergerak lebih dekat ke pusat kota”, kata pejabat itu. Namun ia tidak menampik bahwa bandara merupakan wilayah paling potensial dikuasai militer Rusia. Pejabat itu memperkirakan, pasukan Rusia dari arah Timur jaraknya sekitar 60 kilometer dari kota.

Di Selatan, Kota Mariupol dalam kondisi terisolasi, tetapi milier Ukraina tetapi masih memperjuangkan wilayah itu. Rusia diperkirakan ingin menyerang kota pelabuhan Odesa dari sisi darat. Ini dapat digabungkan dengan serangan amfibi karena Rusia memiliki 11 kapal amfibi di wilayah tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin dikatakan sepertinya tidak memerintahkan pasukan atau kemampuan dari bagian lain Rusia untuk menyerang Ukraina. Rusia disebut memiliki banyak kekuatan tempur di Ukraina. Pasukan Rusia dalam operasinya menginvasi Ukraina menderita karena lemahnya kondisi moral serta karena masalah logistik.

Perlawanan sengit militer dan warga sipil Ukraina tampaknya tidak diperhitungkan militer Rusia. Sepuluh hari setelah invasi, pasukan Rusia tampaknya berada di belakang jadwal penaklukan mereka.

Artileri dan rudal jarak jauh Rusia (mereka sekarang telah menembakkan hampir 670 rudal ke Ukraina) secara teratur mengenai wilayah sipil, kata pejabat itu. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) memperkirakan, saat ini 1,4 juta orang Ukraina telah meninggalkan negara itu. Tidak ada perkiraan tentang korban militer atau kematian warga sipil. (hiu)