maiwanews – Mabes Polri membenarkan keterlibatan tiga orang oknum polisi dalam jaringan teroris yang melakukan pelatihan di Aceh. Dua oknum personil polisi dan satu orang mantan polisi.
“Betul, ada keterlibatan anggota Polri,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 10 Agustus 2010.
Tiga orang itu adalah Sofyan Tsauri, bekas anggota Sabhara Polda Meto Jaya, Brigadir Satu Tatang Mulyadi, dan Brigadir Satu Abdi Tunggal dari Satuan Logistik Bagian Gudang Senjata.
Menurut Edward, Sofyan pernah dikirim bertugas di Aceh lalu beristrikan orang Aceh. Setelah itu ia kembali ke Jakarta, ternyata ia tidak masuk kerja, atau desersi, hingga dipecat oleh kesatuannya.
Edward lalu menceritakan bahwa Sofyan yang suka berdakwah itu, mengumpulkan orang-orang yang memiliki latar belakang militer serta mampu melatih dari kesatuan-kesatuan kepolisian.
Bersamaan dengan itu, Sofyan juga merekrut orang-orang baru yang kemudian dilatih menembak dalam rangka persiapan diberangkatan berjuang ke Jalur Gaza Palestina pada 2009.
“Dibawa latihan menembak. Kebetulan Sofyan punya teman di Brimob dan punya klub menembak dan melakukan latihan menembak ilegal,” jelas Edward.
Sementara untuk kebutuhan senjata bagi kelompok teroris di Aceh, lanjut Edward, Sofyan menghubungi Tatang Mulyadi dan Abdi Tunggal, keduanya adalah petugas logistik Polri.
“(Sofyan) Berhasil mempengaruhi dua anggota kami yang bertugas sebagai bintara urusan logistik, khususnya menyangkut senjata yang akan dihapus (disposal). Di sana Sofyan berhasil mendapatkan senjata dan amunisi yang diserahkan ke kelompok pelatihan di Aceh,” kata Edward.
Edward yang sebentar lagi pindah tugas sebagai Kapolda jateng itu menjelaskan bahwa saat ini, ketiganya termasuk 102 yang sudah ditahan. Keterlibatan mereka menurutnya, adalah secara individu.
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Trump Bertekad Akhiri Serangan Houthi, Lindungi Kapal Komersial
Terjebak Banjir Bekasi, Petugas Izinkan Motor Lintasi Tol Cibitung-Tanjung Priok
Formula E, Pascal Wehrlein di Baris Terdepan pada Jeddah E-Prix









