BOJONEGORO- Resting atau ujian rektuitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang agendanya akan digelar Pemkab Bojonegoro, Minggu (12/12/2010) esok, diprediksi rawan terjadi kericuhan.
Potensi itu muncul lantaran setelah mengikuti tes tulis, sore harinya lebih 7.000 peserta bisa langsung menyaksikan hasil ujian di Alun-alun Bojonegoro, dengan menggunakan layar lebar.
Kericuhan yang diwaspadai antara lain saat peserta tidak puas dengan hasil ujian atau kecewa. Meski sejauh ini indikasi kecurangan dapat dipastikan tidak ada, polisi tetap waspada dengan berbagai kemungkinan terjadi penyimpangan.
Sedikitnya 342 personil gabungan dari Polres Bojonegoro dan Brimob diterjunkan selama 1 hari penuh di saat hari H pelaksanaan tes. Sedangkan mulai sore sebelumnya petugas sudah mulai jaga giliran mengawal naskah dan mengamankan digedung Mapolres Bojonegoro.
“Semua anggota kita plot mulai pengawalan naskah sampai pengumuman sebanyak 342 personil,” jelas Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Agus Wahono.
Sementara pada saat ujian setiap sekolah akan dijaga 6 anggota polisi berpakaian seragam lengkap. Selain itu juga ada pengawas independen dan Satpol PP.
Seperti diketahui, pelaksnaan testing CPCS tahun 2010 akan memperebutkan 220 formasi. Sebanyak 99 formasi untuk tenaga guru, 66 tenaga kesehatan dan sisanya sebanyak 55 formasi untuk tenaga teknis.
Untuk itu, Pemkab Bojonegoro telah mulai mempersiapkan pembentukan tim independen untuk mengawasi rekruitment CPNS.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, menegaskan jika proses rekruitmen CPNS tahun ini akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Berkaitan itu, dia menjamin pelakasanaannya akan bersih dan trasparan.









