BOJONEGORO – Tiket kereta api bisnis dan eksekutif untuk mudik maupun balik sudah ludes. Data online di Stasiun Bojonegoro menunjukkan, mulai tanggal 7 Agustus lalu hingga 14 September mendatang, tiket bisnis dan eksekutif sudah ditangan pembeli.
Menurut Kepala Stasiun KA Bojonegoro, Murman, pemesanan tiket bisa dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan. Sehingga, untuk arus mudik dan balik, dari Bojonegoro ke Jakarta atau sebaliknya sudah habis terjual.
“Tiket sampai tanggal 14 September mendatang sudah habis,” kata Murman, Rabu (18/08/2010)
Menyinggung tentang adanya kenaikan tiket menjelang lebaran, menurut Murman, tahun ini tak ada sistem kenaikan harga tiket KA. Karena, PT KAI menerapkan system batas atas dan batas bawah. Saat ini pihaknya sudah menerapkan batas atas untuk tarif bisnis dan eksekutif. Dicontohkan untuk tarif tiket KA Sebrani dari Bojonegoro ke Jakarta sebesar Rp380 ribu dan Gumarang Rp220 ribu.
“Tak ada sistem kenaikan tarif,” tandasnya.
Untuk kelas ekonomi, lanjutnya, juga tak ada kenaikan tarif. Tarif tiket KA Tawang Jaya, misalnya, tetap Rp40.000 dari Bojonegoro ke Jakarta, dan KA Kertajaya tetap Rp39.000. Meski belum mendekati lebaran, jumlah penumpang kelas ekonomi juga sudah mulai naik, meski belum melonjak.
“Rata-rata saat ini penumpang ekonomi sebanyak 150-200 penumpang. Padahal, sebelum puasa rata-rat kurang dari 150 penumpang,”imbuhnya.
Pantauan di stasiun, para calon penumpang KA kelas ekonomi sempat terjadi antrean panjang untuk mendapatkan tiket. Mereka rata-rata para pekerja yang hendak ke Semarang dan Jakarta. Meski antre panjang, mereka tetap terlayani dengan pengamanan ketat petugas jaga stasiun.
Diperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada H-7 menjelang lebaran. Penumpang ekonomi setiap harinya bisa mencapai 600 orang. Sehingga, pihaknya kini sudah menyiapkan gerbong tambahan untuk mengangkut penumpang mudik dan balik nanti.
“Gerbong tambahan sudah kita siapkan. Operasional H-7 mendatang,” paparnya.
Selain itu guna mengantisipasi keamanan lalu lintas KA, pihaknya akan memasang bendera merah di perlintasan KA tanpa palang pintu, Tujuannya agar pengguna jalan raya berhati-hati saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu.
“Kita akan pasang semuanya, sebagai peringatan pengguna jalan di lintasan yang tidak ada palang pintunya,” ungkap Murman.









