TNI AL Butuh Segera Sedikitnya Dua Kapal Selam

laksamana-tni-soeparnomaiwanews – TNI Angkatan Laut (AL) saat ini membutuhkan setidaknya dua unit kapal selam untuk memperkuat pengamanan di wilayah perairan Indonesia, serta membangunan minimum essential force (MEF). Mengenai jumlah dan negara pembuat, diserahkan ke pemerintah.

“Untuk jumlah dan dari negara mana pengadaan kapal selam tersebut, kita menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, karena tentunya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kta Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno

Hal itu dikemukakan Soeparno usai memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dari Laksamana Madya TNI Marsetio kepada Laksamana Muda TNI Hari Bowo di Jakarta, Kamis, 18 November 2010.

Dalam sambutan serah terima tersebut,  Soeparno mengatakan, wilayah tanggung jawab Koarmabar saat ini memiliki permasalahan keamanan maritim yang kompleks dan heterogen.

“Sumber daya laut yang potensial menjadikannya rawan terhadap tindak kekerasan, bahaya navigasi dan pelanggaran hukum,” kata Soeparno.

Keadaan ini, lanjutnya, seharusnya didukung dengan kesiapan alat utama sistem senjata (Alutsista), dukungan pangkalan dan tingkat profesionalisme sumber daya manusia yang handal. Namun pengalokasian anggaran pertahanan yang masih sangat terbatas, membuat kondisi yang tidak seimbang antara tuntutan tugas dan sumber daya yang dimiliki.

“Sehingga membutuhkan langkah kreatif agar tugas dapat dilaksanakan secara optimal dengan dukungan anggaran yang ada,” demikian Soeparno.