maiwanews – Tentara
Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) sukses melakukan ujicoba beberapa jenis persenjataan berat. Senjata baru itu ditembakkan dari sejumlah kapal perang (KRI) yang turut serta dalam ujicoba itu.
Salah satu yang diujicoba adalah rudal Yakhont yang ditembakkan dari KRI Oswald Siahaan-354 dengan sasaran sebuah eks kapal perang Indonesia, KRI Teluk Bayur-502 buatan Amerika Serikat pada jarak 250 km.
Dari atas kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal kelas Fregat Vanspijk sekitar pukul 10.30 siang itu, rudal Yakhont berhasil meluncur dan dalam waktu singkat menghancurkan kapal sasaran sekaligus menenggelamkannya.
“TNI AL berhasil menembakkan rudal Yakhont dan eks kapal Teluk Bayur dinyatakan tenggelam,” kata Kepala Pusat Penerangan Angkatan Laut Laksamana Muda Iskandar Sitompul kepada wartawan, Rabu 20 April 2011.
Rudal Yakhont memiliki jangkauan maksimal mencapai 300 kilometer, dengan daya ledak 300 kilogram, dan jarak tempuh mencapai dua kali kecepatan suara. Rudal Yakhont dibeli dengan harga sekitar US$1,2 juta per buah.
Selain peluncuran perdana rudal Yakhont, TNI-AL juga meluncurkan rudal lain dengan sasaran yang sama yakni, rudal jenis Excocet MM 40 dan Mistral buatan Perancis yang diluncurkan KRI Sultan Hassanudin-366 serta rudal jenis Sea Cat yang ditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-356.
Bukan hanya meluncurkan tiga jenis rudal, TNI AL juga mendemonstrasikan kehandalan senjata TNI-AL lainnya yakni, Torpedo Sut yang ditembakkan dari kapal selam Cakra-401 dan roket anti kapal selam RBU-6000 yang ditembakkan dari atas KRI Cut Nyak Dien-375.









