
maiwanews – Rusia dan Ukraina mengalami kerugian cukup banyak akibat perang sejak 24 Februari saat Moskow memerintahkan Operasi Milter Khusus ke wilayah Ukraina. Oleh Barat, serangan militer Rusia disebut sebagai invasi.
Militer Ukraina telah kehilangan 183 unit pesawat dan 128 helikopter serta 1.049 kendaraan udara tak berawak (drone). Juru bicara Kemenhan (Kementerian Pertahanan) Rusia, Mayjen Igor Konashenkov mengumumkan hari Minggu (29/05/2022) siang waktu Moskow (petang WIB).
Dalam hal alat tempur darat, selama operasi, militer Rusia mengklaim berhasil menaklukkan 325 sistem rudal anti-pesawat, 3.309 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 447 sistem peluncuran roket ganda, 1.722 artileri dan mortir lapangan, serta 3.270 unit khusus kendaraan militer.
Kemenhan Ukraina melalui televisi militer mengumumkan dalam sebuah video (diunggah hari Minggu) menyebutkan, total kerugian tempur Rusia sejak 24 Februari hingga 29 Mei antara lain: 30.150 orang personel dieliminasi serta menghancurkan 1338 tank dan 3270 kendaraan tempur lapis baja.
Ukraina mengaku telah mengeliminasi 631 sistem artileri, 203 MLRS (Multiple Launch Rocket System -red), 93 sarana pertahanan udara, 207 pesawat, 174 helikopter, 504 pesawat nirawak (drone), 116 rudal jelajah, 13 kapal/perahu, 2240 kendaraan bermotor dan truk tangki, serta 48 peralatan khusus.
Mayjen Igor Konashenkov dalam pengarahan persnya menyampaikan, rudal jarak jauh presisi tinggi Angkatan Udara Rusia telah menghancurkan gudang senjata besar Angkatan Bersenjata Ukraina di lokasi penyimpanan perusahaan di Krivoi Rog, Wilayah Dnipropetrovsk.
Pada siang hari, rudal berbasis udara presisi tinggi Rusia telah menghantam 3 pos komando, 25 area konsentrasi tenaga dan peralatan militer AFU (Angkatan Bersenjata Ukraina), serta 2 baterai artileri di posisi tembak. (hiu)
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Menlu AS Beri Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional 2025
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Pentagon Kerahkan Brigade Stryker dan Batalyon Penerbangan ke Perbatasan Meksiko









