maiwanews – Korban tewas akibat terhempas gelombang tsunami di Mentawai, Sumatera Barat sudah mencapai 418 orang, 270 mengalami luka berat, dan 298 hilang. Akibatnya, tim relawan kekurangan kantong mayat dan perlengkapan pemakaman.
Dengan keterbatasan itu, warga dan tim relawan mengebumikan secara massal mayat korban tsunami dengan perlengkapan seadanya karena hampir semua mayat sudah dalam keadaan membusuk.
Untuk membantu pencarian dan evakuasi korban yang hingga kini terus dilakukan, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengirimkan 15 personilnya dengan membawa 500 kantong jenazah dengan menggunakan perahu kayu.
Staf Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Ahmad Djaelani mengatakan, sampai saat inipihaknya masih menunggu informasi dari tim kita (personil PMI) yang sudah berangkat ke Mentawai.
Menurutnya, bantuan ke Mentawai masih terhambat transportasi. “Sejauh ini kita menghadapi kendala transportasi dan komunikasi. Ombak bisa sampai 7 meter,” kata Ahmad Djaelani seperti dilansir situs PMI.
Rencananya, jika transportasi sudah memadai, PMI akan mendistribusikan bantuan 500 peralatan keluarga (family kit), 500 hygiene kit, dan 500 peralatan bayi (baby kit) bagi para korban selamat di Mentawai.
Sebelumnya, organisasi yang dipimpin mantan Wapres Jusuf Kalla itu juga telah memobilisasi 6 personilnya dengan membawa bantuan berupa tenda keluarga (family tent) dan tikar menuju Mentawai.









