Tuduhan Terhadap Prabowo Bagian dari Strategi Hitam

Gambar ilustrasi oleh Lumaxart (Scott Maxwell)
maiwanews – Tuduhan melakukan kampanye diluar jadwal terhadap Prabowo Subianto dikatakan merupakan fitnah dan sangat memprihatinkan. Tidak masuk akal kalau iklan dukungan Prabowo terhadap pasangan Jokowi-Ahok dikategorikan sebagai kampanye. Demikian disampaikan Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru, Habiburokhman, SH, di Jakarta 2 September 2012.

Menurut Habib, ketentuan pasal 1 angka 23 UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah secara tegas menyebutkan bahwa kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program pasangan calon. Sementara iklan tersebut hanya pengumuman secara terbuka terhadap pernyataan dukungan kepada Jokowi dari pedagang pasar. Hal sama juga dilakukan oleh banyak Ormas, termasuk pernyataan dukungan partai politik kepada Foke secara terbuka diluar jadwal kampanye.

Tuduhan terhadap Prabowo dinilai sangat lemah dan mengingatkan tuduhan money politic atau politik uang terhadap pasangan Jokowi-Ahok. Beberapa waktu lalu pasangan cagub-cawagub tersebut juga pernah disampaikan ke Panwaslu, namun pelapor sama sekali tidak dapat membuktikan tudingan tersebut.

Pasca putaran pertama, kubu Jokowi memang kerap menjadi korban berbagai macam fitnah. “Kami khawatir kalau tuduhan terhadap Prabowo ini adalah bagian dari strategi hitam, yakni strategi membombardir pihak lawan dengan fitnah-fitnah tanpa bisa dibuktikan secara tapi diopinikan secara meluas”, kata Habib.

Bukan tidak mungkin strategi hitam dalam bentuk bombardir fitnah memang secara professional disiapkan dan dilaksanakan untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran dan mempengaruhi perilaku pemilih pada Pemilukada DKI. Dimana dalam komunikasi politik, ada teori menyebutkan bahwa jika kebohongan dilakukan secara berulang-ulang dan meluas akan nampak seperti kebenaran.

Akan tetapi Habib percaya kalau warga DKI tidak akan terpengaruh oleh bombardir fitnah tersebut. Sebab warga DKI sudah sangat cerdas untuk dapat membedakan calon kemampuan masing-masing calon dalam melakukan perubahan. “Kami yakin bahwa warga DKI tetap akan menjadikan momentuk Pemilukada kali ini untuk mengubah dan memperbaiki nasib mereka lima tahun kedepan”, jelas Habib.