UNESCO Beri Penghargaan Bagi Indonesia

maiwanews – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) memberikan penghargaan kepada Indonesia terkait keberhasilan dalam program pemberantasan buta aksara dunia.

Bersama Bhutan, Rwanda dan Kolombia, Indonesia didaulat meraih UNESCO’s Literacy Prizes for 2012. Pengumuman pemenang penghargaan disampaikan Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova. Dalam situs resmi UNESCO dikatakan Direktorat Pengembangan Pendidikan Masyarakat di Indonesia akan menerima salah satu dari dua penghargaan King Sejong Literacy Prizes UNESCO.

Program pemerintah bertema Peningkatan Kualitas Pendidikan Literasi Melalui Literasi Kewirausahaan, Budaya Membaca, dan Pelatihan Para Pendidik melibatkan hampir tiga juta orang, dan penekanan khusus pada kaum perempuan. Perempuan buta huruf menjadi sasaran program dimana dilakukan penggabungan antara keterampilan hidup dan pelatihan keaksaraan dasar.

Penghargaan akan diserahkan pada upacara di kantor pusat UNESCO di Paris 6 September mendatang, sekaligus sebagai rangkaian perayaan Hari Aksara Internasional 8 September.

King Sejong Literacy Prizes lainnya diraih oleh Gereja Pantekosta di Rwanda atas program National Adult Literacy Programme. Program ini memfokuskan pada perempuan dan generasi muda putus sekolah dengan melibatkan lebih dari 100.000 orang di lebih dari 3.500 pusat keaksaraan. Tujuannya untuk menjamin hak setiap individu untuk mengenal huruf dan memperoleh pendidikan dasar, termasuk pengetahuan tentang hak asasi manusia, rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian.

Selain penghargaan King Sejong Literacy Prize, UNESCO juga menyerahkan dua penghargaan Confucius Prize for Literacy, masing-masing kepada Bhutan dan Kolombia.

King Sejong Literacy Prize mulai diadakan pada tahun 1989 oleh Pemerintah Republik Korea. Sedangkan Konfusius Literacy Prize diciptakan pada tahun 2005 oleh Pemerintah Republik Rakyat China. Keempat pemenang masing-masing akan menerima $ 20.000 USD, piagam, dan medali. (aso/UNESCO)