Utang Indonesia Tambah Rp. 304,1 Trilyun Dalam 5 Tahun

Uang 50 ribu-anJakarta – Utang Republik Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan.  Hanya dalam kurun waktu lima tahun, jumlah utang kita bertambah Rp. 304, 1 trilyun atau meningkat 23,2 persen dibanding tahun 2005.

Percepatan penambahan jumlah utang Indonesia terbesar terjadi selama triwulan I-2010 (Januari-Maret 2010) . Dalam kurun waktu tersebut, berarti hanya dalam tiga bulan, jumlah utang RI bertambah  sebesar Rp 67,3 triliun.

Total penambahan utang RI Rp. 67,3 trilyun atau sebesar 38,5% tersebut diperoleh dari surat utang melalui penerbitan SBN baik melalui lelang, bookbuilding, maupun private placement.

Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Harry Azhar Azis di sela-sela acara diskusi di Bandung Jawa Barat, Sabtu, 10 April 2010, sampai dengan Februari tahun ini, total utang Repuklik Indonesia sudah tercatat sebesar Rp 1.617 triliun.

Dijelaskan Harry, total utang pemerintah itu mencapai 25,8 persen PDB (produk domestik bruto). Utang terdiri atas 62,6 persen atau Rp 1.012 triliun dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan sebanyak Rp 605,1 triliun merupakan pinjaman luar negeri.

Dari jumlah itu, utang Indonesia masih akan terus membengkak. Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto 15 Desember tahun lalu,  tahun ini pemerintah membutuhkan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 236 triliun.Pembiayaan tersebut untuk menutup defisit anggaran 2010 sebesar Rp 98 triliun, amortisasi Rp 129,47 triliun dan pinjaman bilateral sebesar Rp 8,64 triliun.

Padahal pemerintah Indonesia tengah menghadapi utang jatuh tempo sebesar Rp 64,2 triliun tahun 2010. Pada  kuartal I/2010 saja, utang jatuh tempo tahun 2010 tersebut jumlahnya sebesar Rp 33,5 triliun.