Walhi Aceh Sosialisasi Modul Rekonstruksi Hijau

Tsunami Acehmaiwanews – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh gelar kegiatan sosialisasi Modul Rekonstruksi Hijau Pasca Tsunami di 3 kabupaten/kota. Modul tersebut fokus pada manajemen pengelolaan panduan bencana secara hijau. Dalam modul dijelaskan berbagai informasi serta berisi usulan pelatihan, penyelenggaraan kegiatan, dan materi-materi pendukung terkait kegiatan rekonstruksi hijau.

Sosialisasi modul dimaksudkan agar sistem air dan sanitasi dapat diterapkan dan dilaksanakan. “Kami berharap dengan modul atau panduan yang sudah kami susun bisa menjadi pedoman bagi kerja-kerja pemerintah dalam membangun rekonstruksi bencana yang berbasis hijau yang bisa mendatangkan manfaat langsung bagi ketahanan pesisir dan bisa mendatangkan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir dan kelautan”, demikian disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Aceh Muhammad Nur.

Muhammad Nur mengatakan tsunami 9 tahun lalu mengisahkan banyak kenangan bagi masyarakat Aceh, kenangan ini diterjemahkan oleh BRR dan Pemerintah Aceh kedalam Museum Tsunami Aceh. Masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional mengakui bahwa tsunami Aceh merupakan tragedi paling besar pada tahun 2004 silam. Ancaman kepunahan iklim juga mempengaruhi kehidupan kita dan masa depan. Bisnis kehutanan juga berpotensi menghancurkan sumber daya alam kita.

“Bisnis memang sangat menguntungkan, dibutuhkan regulasi yang baik sehingga efek-efek buruk seperti bencana dapat dihindari”, kata Muhammad Nur. Ia menambahkan, perilaku kehidupan kita juga sangat mempengaruhi tingkat deforestasi hutan yang pada akhirnya akan membawa bencana alam. Faktanya, Aceh merupakan wilayah rentan bencana abrasi maupun bencana yang lain, namun diakui ataupun tidak pembangunan Aceh saat ini jauh dari harapan.

Walhi Aceh menilai bahwa bukan saja pembangunan fisik yang penting, tapi pembangunan non fisik juga sangat dibutuhkan dalam merancang pembangunan Aceh, misalnya pembangunan di sektor pesisir dan kelautan Aceh. Hal ini sangat penting untuk ditinjau kembali karena sebagian besar penduduk Aceh sangat tergantung pada 2 sumber penghidupan utama, yaitu perikanan dan sektor pertanian.

Dalam sosialisasi modul tersebut pihak Walhi Aceh hanya mengundang unsur pemerintah, diantaranya: Bupati Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Walikota Banda Aceh. Selain itu juga dundang lembaga lain seperti BPBD, Bappeda, dan Badan Lingkungan Hidup. Dalam sosialisasi ini dibatasi jumlah peserta dari pemerintah mengingat Panduan atau modul yang sudah disampaikan WALHI Aceh bersama WWF Aceh bisa diadopsi ke dalam kerja-kerja pemerintah di 3 kab/kota di Aceh.

WALHI Aceh juga berharap panduan yang sudah disusun dapat diterjemahkan oleh 3 Kabupaten/Kota terkait, panduan atau modul ini juga dapat digunakan oleh seluruh kabupaten/kota di Aceh dalam melakukan Rekonstruksi Hijau. WALHI Aceh berharap pembangunan Aceh bisa memenuhi prinsip-prinsip dan kajian lingkungan Hidup.