
maiwanews – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan untuk melakukan perundingan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Namun ia mensyaratkan, pembicaraan dilakukan tanpa ada ultimatum dan pasukan Rusia ditarik dari Ukraina.
Berkaitan dengan rumitnya negosiasi kedua belah pihak, Presiden Zelenskyy menuding hal itu disebabkan operasi militer Rusia tiap hari melancarkan serangan ke wilayah-wilayah Ukraina dan mebunuh orang-orang di sana. Tasnimnews melaporkan hari Jumat (13/05/2022) waktu Teheran.
Presiden Zelenskyy dilaporkan bersedia melakukan pertukaran dengan Rusia untuk mengeluarkan orang-orang dari lokasi pabrik baja Azovstal baik dalam kondisi masih hidup maupun telah meninggal. “Warga sipil sudah dievakuasi, sekarang korban masih ada, kami tidak ingin meninggalkan mereka di sana”, ungkap Presiden Zelenskyy.
Dalam wawancara dengan RAI, TV pemerintah Italia, Kamis malam, dibahas pula penolakan Presiden Zelenskyy untuk memberikan otonomi kepada Donbass dan Krimea. Rusia sekarang memusatkan pasukannya di Donbsas dan Ukraina Selatan, Tasnimnews melaporkan.
Menurut Presiden Zelenskyy, ia tidak pernah berbicara mengenai pengakuan terhadap kemerdekaan Krimea. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah mengakui wilayah itu sebagai bagian dari Rusia. (z)
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Atlet Tenis dan Pembalap Porsche Bertemu di Ajang Porsche Tennis Grand Prix
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Zelenskyy Bertemu Menlu Lithuania, Bahas Dukungan untuk Ukraina
Menlu AS Beri Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional 2025









