maiwanews – 10 sukarelawan asal Indonesia yang telah dilepas Israel kini sudah berada di KBRI Amman dalam keadaan selamat. Informasi itu disampaikan Dubes RI di Jordania, Zainul Bahar kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam komunikasi yang dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu, 2Juni 2010.
“Lima menit yang lalu saya baru saja berkomunikasi denga duta besar kita yang ada di Jordania, bersama 10 orang saudara-saudara kita yang berada dalam bis, yang alhamdulillah bisa sampai ke Jordania,” kata Presiden SBY saat ditanya wartawan usai menerima PBNU, di depan Kantor Presiden seperti yang dilansir situs presidensby.
Presiden sempat berbicara, melalui saluran telepon, dengan pimpinan rombongan sukarelawan Indonesia tersebut, yakni Ferry Nur. “Bicara agak panjang, menjelaskan tentang situasi dan apa yang dialami oleh warga negara kita bersama-sama rombongan relawan dunia yang ada di dalam kapal yang diserang oleh tentara Israel,” SBY menambahkan.
Sekitar saru jam sebelumnya, Presiden mendapat laporan dari Dubes Zainul Bahar bahwa WNI yang turut dibebaskan hari ini ada 12 orang dan 2 lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit di Israel. Tapi, setelah sukarelawan Indonesia itu tiba di KBRI Amman dengan bus, ternyata jumlahnya 10 orang. Mereka dalam keadaan sehat. Ditambah dengan dua orang yang masih di Israel, total WNI yang berada dalam misi kemanusiaan itu ada 12 orang.
Presiden SBY menjelaskan, laporan sementara yang diterima mulai kemarin sampai tadi pagi, dua WNI yang berada di kapal Marvi Marmara yang diserang Israel mengalami luka ringan. Menurut SBY, mereka sesungguhnya bukan luka ringan. “Karena yang satu orang tertembak di bagian kaki dan tanganya. Itu termasuk luka berat. Kemudian satu orang lagi tertembak di bagian dada, itu juga luka berat. Keduanya sekarang sedang dirawat di rumah sakit di Israel,” ujar Presiden. Ferry Nur sendiri tidak tahu di mana kedua sukarelawan Indonesia itu dirawat.
Presiden menginstruksikan kepada KBRI Amman agar kesepuluh orang ini ditangani dengan baik, sebelum pada saatnya kembali ke tanah air. Presiden juga meminta Dubes Zainul memastikan dua WNI yang masih dirawat di Israel itu mendapatkan perawatan dan pengobatan yang baik.
“Saudara tahu kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Oleh karena itu kita meminta bantuan pemerintah Jordania, ICRC (International Committee of The Red Cross), dan pihak manapun,” SBY menambahkan.
Kepada Presiden SBY, Ferry, atas nama para sukarelawan Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas usaha-usaha penyelamatan ini. Juga doa rakyat Indonesia.
Dalam rombongan misi kemanusiaan menuju Jalus Gaza yang kemudian dihadang oleh militer Israel, sebanyak 20 relawan dilaporkan tewas tertembak tentara Israel dan 50 orang lainnya luka-luka.
Sebanyak 12 orang warga Indonesia turut serta dalam rombongan itu. Dua warga Indonesia yang mengalami luka karena terkena tembakan, belum dideportasi karena masih dirawat di rumah sakit Israel.
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Bertemu Prabowo, Bill Gates Puji Komitmen Indonesia dalam Kesehatan dan Pertanian
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin









