Sekitar 150 pakar dari Indonesia dan kawasan Asia akan membahas diplomasi batas maritim dalam Pertemuan Tahunan ke-35 mengenai Hukum Laut dan Kebijakan Maritim. Pertemuan tahunan bertema “Diplomasi Batas Maritim” digelar di Bali pada 22-25 Juni 2011.
Pertemuan itu merupakan kerjasama antara Kemlu RI dengan the Center for Oceans Law and Policy Conference (COLP) University of Virginia, Amerika Serikat. Konferensi diselenggarakan dengan tujuan berbagi pengalaman mengenai diplomasi batas maritim yang merupakan satu prioritas kebijakan luar negeri Indonesia. Selain itu, konferensi juga dilaksanakan untuk memperluas jejaring guna memperkuat posisi Indonesia di bidang hukum laut dan mendorong lahirnya kader-kader baru yang piawai dalam bidang hukum laut di Indonesia.
Konferensi akan diisi oleh para narasumber yang merupakan pakar dalam bidang hukum laut dengan 3 keynote speech yang akan disampaikan oleh Wamenlu Triyono Wibowo, Prof. Dr. Hasjim Djalal dan anggota Wantimpres yang juga mantan Menlu Dr. Hassan Wirajuda.
Selain itu, akan terdapat 6 panel yang diisi oleh pakar hukum laut internasional terkemuka dari dalam dan luar negeri yang akan membahas isu-isu terkait diplomasi batas maritim. Mereka yang hadir berasal dari kalangan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, praktisi serta para ahli hukum internasional dari Indonesia dan kawasan Asia.
Penyelenggaran Konferensi yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia ini memiliki arti penting karena Indonesia sebagai negara kepulauan, telah berperan aktif dalam perkembangan hukum laut khususnya dalam proses lahirnya the United Conventions on the Law of the Sea pada tahun 1982. (Dit. Perjanjian Polkamwil/ed.Yo2k/kemlu/aso)
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di TPA Antang
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Putin-Lukashenko Bahas Kerja Sama Strategis dalam Pertemuan di Volgograd
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina









