7 Alasan Mengapa Mobil Esemka Patut Didukung

esemkamaiwanews – Mobil Nasional (mobnas) bukan barang baru di Indonesia. Sejak zaman orde baru, mobnas seperti Timor yang sempat menjadi program pemerintah itu sudah akrab terdengan di telinga. Namun seiring dengan ketatnya persainya di dunia otomotif, mobnas tenggelam bersama runtuhnya rezim Soeharto.

Pasca Soeharto, beberapa merek mobil buatan anak bangsa berusaha bangkit untuk ikut mengadu peruntungan mencari ceruk pasar otomotif di tanah air yang cukup menggiurkan. Namun lagi-lagi, meski belum bisa dikatakan tenggelam, dari beberapa merek yang ada, belum ada yang mampu eksis.

Tiba-tiba setelah Walikota Solo, Djoko Widodo menempuh langkah berani dengan mengganti mobil dinasnya dengan mobil Esemka buatan pelajar Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Solo, mobil yang sebetulnya sudah dibuat sejak tahun 2009 itu seketika jadi populer.

Dengan publikasi yang luas karena langkah Djoko Wi itu, akhirnya memunculkan pro dan kontra. Cukup banyak yang mendukung, namun juga tidak sedikit yang tidak peduli bahkan sampai pada tahap mencomooh.

Terlepas dari seberapa banyak kekurangannya (sebagai konsekwensi dari barang yang belum diproduksi secara massal), berikut 7 alasan yang perlu direnungkan untuk dijadikan alasan mengapa mobil Esemka patut didukung.

1. Kemampuan Teknologi: Kelahiran mobil Esemka yang nota bene dibidani oleh pelajar, merupakan pertanda bahwa kemampuan bangsa kita dari segi teknologi seharusnya sudah berkembang jauh dari sekarang sepanjang ada dukungan.

2. Tenaga Kerja: Karena dikerjakan seluruhnya di dalam negeri dengan prosentase kandungan lokal yang cukup tinggi, maka Esemka berpotensi menciptakan lapangan kerja trampil yang cukup besar.

3. Peluang Usaha: Dengan kandungan lokal yang bisa dibuat setinggi-tingginya, Esemka akan melahirkan banyak usaha baru di bidang industri komponen.

4. MerekĀ  dan Desain: Berbeda dengan umumnya merek mobil asing yang selama ini dirakit di dalam negeri, merek serta desain Esemka juga menjadi milik dalam negeri serta berpotensi menjadi kebanggaan bangsa di dunia otomotif internasional. Betatpapun Indonesia sudah mengekspor mobil, tapi merek dan desain tetap saja milik bangsa lain.

5. Harga Jujur: Dengan harga yang jauh lebih murah dari mobil sekelasnya (Rp. 95 Juta-off the road), Esemka menyadarkan kita bahwa harga mobil selama ini memacetkan jalan-jalan di Indonesia, terlalu mahal.

6. Nasionalisme : Kelahiran Esemka sekaligus merupakan ujian, sebesar apa Nasionalisme para pejabat, pengusaha maupun pemerintah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan akan lahirnya mobil nasional.

7. Penanggulangan Tawuran: Esemka bisa dijadikan program nasional sebagai jalan keluar atas problem tawuran di beberapa kota besar yang sering melibatkan pelajar, tidak terkecuali para pelajar SMK. (yulham)