maiwanews – Kepolisian memeriksa 11 anggotanya terkait kasus tewasnya Kasmir Timumun di sel di Polsek Biau, Buol, Sulawesi Tengah. Kematian Kasmir itu yang jadi penyebab rusuh Buol yang menyebabkan 7 warga tewas tertembak.
Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Untung Yoga Ana mengatakan, anggota yang diperiksa empat diantaranya adalah Kasat Lantas Polres Buol Iptu Jefri Pantow, Kapolsek Biau Iptu Zakir Butudoka, Brigadir Amiruloh, dan Brigadir James Jhon Pantaw.
Keempat anggota Polri itu diperiksa di Polda Sulteng bersama tujuh anggota polisi lainnya yang tak disebut namanya. “Dan tujuh anggota lain,” kata Untung Yoga di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 3 September 2010.
Meski ke-11 anggota kepolisian itu telah menjalani pemeriksaan, namun Untung menegaskan bahwa belum ada di antara mereka yang dijadikan tersangka.
Kronologi kasus itu ijwlaskan Untung, pada 28 Agustus 2010 pukul 23.00 Wita, anggota Polsek Biau menertibkan balapan liar warga. Saat itu, polisi menangkap Kasmir setelah menabrak Briptu Ridwan. Kasmir lalu dibawa ke Polsek Biau.
Setelah itu, kata Untung, pada 30 Agustus 2010 pukul 15.30 Wita, Kasmir ditemukan tewas akibat gantung diri dengan menggunakan kain sarung yang diikat di pintu sel. Kasmir kemudian diotopsi dengan didampingi keluarga. Saat itu, keluarga melihat adanya luka di tubuh Kasmir sehingga menduga adanya penganiayaan.
Lalu muncul emosi warga yang dilanjutkan dengan mobilisasi massa di Polsek Biau. Lantas terjadilah bentrokan. Akibatnya, tujuh orang tewas yakni Muslim, Amran, Arfandi, Ridwan, Herman Hasan, Rasyid S Jopori, dan Saktipan. “26 warga luka dan 19 anggota Polri luka,” kata Untung.
Sementara itu, aksi sweeping warga yang merupakan aksi lanjutan, mengakibatkan rumah dinas Wakapolres Buol dan anggota Polri, markas KPPP di Leok, enam sepeda motor milik pilisi, serta peralatan Dalmas dirusak masa.
Saai ini, sisa keruuhan mulai dibersihkan petugas gabungan TNI dan Brimob. “Situasi di Boal sampai saat ini terkendali, kondusif. Kita lakukan penegakan hukum dan koordinasi Komnas HAM,” kata Untung.









