Jakarta – Sejak pertamakali menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan RI, Syafrie sudah harus menghadapi demo penolakan oleh sejumlah elemen masyarakat. Jenderal TNI Bintang tiga tersebut dianggap turut bertanggung jawab atas penembakan mahasiswa Trisakti dan kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada turunnya Soeharto dari kursi presiden RI.
Beberapa kali visa mantan Pangdam Jaya itu ditolak di Amerika, termasuk ketika mengikuti rombongan presiden SBY dalam kunjungan ke KTT G-20 di Pitsburg, AS. Penolakan itu juga dikarenakan karena Syafrie dianggap terlibat dengan pelanggaran HAM pada kasus Trisakti dan Semanggi di awal reformasi 1998.
Terakhir, setelah mantan ajudah presiden yang mengawal Soeharto ketika berkunjung ke Bosnia itu, dilantik sebagai wakil Menhan oleh Presiden SBY rabu 6 Januari, Syafrie lagi – lagi dipersoalkan soal tuduhan pelanggaran HAM oleh Imparsial.
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Presiden Luncurkan Danantara di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta
4 Tahun Kudeta Militer di Myanmar, Beberapa Negara Sampaikan Pernyataan Bersama
Blinken Lakukan Perjalanan ke Republik Korea, Jepang, dan Prancis









