Soal Penonaktifan Walikota, Ribuan Warga Dukung Zain Katoe

Foto0863maiwanews – Hari ini (04/10) sekitar pukul 10.00 wita, ribuan warga masyarakat kota Parepare dari berbagai kalangan masyarakat yang didukung AMPG, melakukan unjuk rasa besar-besaran ke Gedung DPRD dan Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Parepare.

Kedatangan mereka selain melakukan orasi. mereka juga menyerahkan pernyataan sikap yang isinya dukungan kepada Walikota Parepare, Drs. HM. Zain Katoe, untuk tetap sebagai Walikota Parepare.

Aksi demo tersebut sebagai balasan terhadap aksi demo sejumlah mahasiswa sebelumnya yang menghendaki Drs. HM. Zain Katoe turun dari jabatannya dan melaksanakan vonis PN Makassar.

Seperti diketahui, PN Makassar memvonis penjara Zain Katoe selama 1 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah, terkait kasus korupsi sebesar 1,5 milyar rupiah yang diinvestasikan ke PT. Pares Bandar Madani ( PBM).

Para pengunjuk rasa sebelum melakukan demo damai ke Rujab Walikota, ribuan massa tersebut terlebih dahulu mendatangi Gedung DPRD Parepare. Di sana mereka berorasi dan menyerahkan Surat Dukungan yang merupakan pernyataan sikap mereka yang tetap mendukung walikota tidak dinonaktifkan sebagai walikota Parepare.

“Kami cinta Zain Katoe dan mendukung beliau agar tidak dinonaktifkan. Penonaktifan pak Zain hanya sekelompok orang saja yang mengatasnamakan rakyat Parepare, untuk kepentingan pribadi mereka. Selain sekelompok orang yang menginginkan Zain Katoe dinonaktifkan, merupakan upaya pemaksaan, persoalan hukum diseret ke ranah politik.” Ungkap mereka sembari meneriakkan yel-yel dukung ZK (Zain Katoe) dan SYL (syahrul Yasin Limpo-Gubernur Sulsel).

Usai mendatangi Gedung DPRD, para pengunjuk rasa mendatangi Rujab Walikota. Didepan Rujab mereka juga melakukan orasi dan yel-yel dukungan. Kedatangan pengunjuk rasa ini di rujab walikota, bertepatan dengan kunjungan kerja Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muallim.

Di tempat ini, mereka meminta Andi Muallim agar menemui mereka, untuk menyerahkan persyataan sikap mendukung Zain Katoe. Andi Muallim pun keluar menemui mereka, dan langsung disambut dengan sebuah map berisi pernyataan sikap.

“Saya tidak sangka, kalau kedatangan saya disambut dengan unjukrasa damai. Inilah yang benar. Dan Pernyataan sikap ini akan saya sampaikan ke Pak Gubernur.” Ucap Andi Muallim, yang disambut dengan tepuk tangan riuh.

Unjukrasa ini, merupakan ujukrasa tandingan yang dilakukan sekelompok mahasiswa pada kamis lalu. Unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare berlangsung ricuh.

Mereka menerobos masuk ke ruang aula kantor DPRD Parepare guna mencari anggota dewan yang hingga kini belum juga menonaktifkan Zain Katoe dari jabatannya sebagai walikota.

Menghindari tindak anarkis lebih lanjut, 4 anggota DPRD Parepare menemui puluhan mahasiswa dan menerima aspirasi mereka. Mahasiswa kemudian meneruskan aksi unjuk rasa mereka ke kantor PN Parepare. Mereka meminta petugas pengadilan setempat segera mencari keterangan dari Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan terkait masih bertugasnya Zain.  (Sulhayat)