maiwanews – Taliban di Pakistan mengaku bertanggungjawab atas serangkaian serangan baru-baru ini di Pakistan terhadap konvoi-konvoi yang mengangkut persediaan bagi NATO dan pasukan Amerika di Afghanistan.
Cabang Taliban di Pakistan pada hari Senin, 4 Oktober waktu setempat mengatakan, mereka berencana melanjutkan serangan sampai konvoi-konvoi itu dihentikan.
Senin pagi, polisi di Pakistan mengatakan pihak yang dicurigai sebagai militan melakukan razia ketiga sejak Jumat terhadap konvoi NATO. Menurut polisi, sedikitnya tiga tewas dan sekitar 20 truk tangki minyak terbakar dalam serangan di dekat Islamabad.
Insiden itu terjadi di jalur pengiriman persediaan yang sebelumnya ditutup pihak berwenang Pakistan pada hari Kamis, sebagai protes terhadap serangan udara lintas perbatasan oleh NATO di Pakistan.
Pihak berwenang di Pakistan mengatakan tiga tentaranya tewas dalam serangan NATO, yang ditujukan kepada militan yang kabur dari Afghanistan.
Namun laporan media setempat menyebutkan, sedikitnya 12 orang tewas saat 28 truk minyak NATO diserang oleh beberapa orang yang tak dikenal. Menurut saksi mata, para penyerang mengeluarkan orang dari truk dan menembak mereka hingga tewas.
Menurut laporan itu, sembilan orang yang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah rombongan NATO di dekat daerah DHA Phase II, Rawalpindi, yang berjarak setengah jam berkendaraan di sebelah selatan Islamabad.
Sebelumnya pada Jumat pagi, sebanyak 20 orang menyerang rombongan NATO dengan menggunakan roket di Shikarpur, sebuah kota di bagian utara Provinsi Sindh, Pakistan. Serangan itu sebabkan 3 tewas dan 27 truk minyak NATO musnah terbakar.
Sementara pada Jumat malam, dua lagi kendaraan pasokan NATO diserang roket di kota Khuzdar di bagian barat-daya negeri tersebut yang mengakbatkan dua orang tewas.
Thaliban Pakistan mengancam akan melancarkan serangan lagi terhadap konvoi kendaraan NATO jika NATO tak menghentikan serangan udaranya terhadap wilayah Pakistan. (voa/ylh)
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Trump Bertekad Akhiri Serangan Houthi, Lindungi Kapal Komersial
Halusinasi Efek Narkoba, Karyawan di Bali Aniaya Bos Hingga Tewas
Sekjen NATO Dorong Kanada Penuhi Target Belanja Pertahanan









