Gunung Merapi Kembali Menyemburkan Awan Panas

gunung-merapimaiwanews – Pasca erupsi pada Selasa, 26 oktober 2010, setidaknya sudah ada dua kali Gunung Merapi meluncurkan awan panas pada Jumat, 29 Oktober sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Data pengamatan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menyebutkan, pada pukul 06.10 WIB terjadi semburan awan panas sekitar 3 menit, dan luncuran awan panas pukul 08.41 WIB selama sekitar 9 menit.

“Awan panas masih terus menerus keluar sehingga kami pun masih akan menetapkan Merapi dalam status awas,” kata Kepala Badan Geologi R Sukhyar di Yogyakarta, Jumat, 29 Iktober 2010.

Selain luncuran awan panas, dilaporkan juga telah terjadi 87 kali guguran, 53 kali gempa multiphase dan sebanyak 16 kali gempa vulkanik.

Namun karena kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi yang masih berkabut, pihak BPPTK belum dapat memastikan ke arah mana material vulkanik dan jarak luncurannya.

Sukhyar mengatakan, selain awan panas juga telah terlihat titik api diam di puncak Gunung Merapi yang biasanya akan diikuti dengan pembentukan kubah lava baru.

“Kemungkinan terjadi letusan sudah cukup kecil, namun yang perlu diwaspadai adalah posisi kubah lava tersebut sehingga bisa dilakukan antisipasi dini karena dikhawatirkan akan terjadi guguran awan panas apabila posisinya tidak terlalu stabil,” katan Sukhyar.

Selain awan panas guguran, Gunung Merapi juga masih memiliki ancaman lain yaitu banjir lahar apalagi saat hujan terjadi. Saat ada hujan, katanya, letusan sekunder di badan sungai masih mungkin terjadi karena ada material vulkanik bersuhu cukup tinggi di sungai tersebut.

Ia memperkirakan, material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) mencapai sekitar 8 juta meter kubik, dan enam juta meter kubik di antaranya berada di Kali Gendol.

Dijelaskan, lereng Merapi di sisi selatan yang terbentuk dari tumpukan material vulkanik hasil erupsi 1911, juga harus tetap diwaspadai karena material tersebut terdiri dari batuan tua.

Hingga saat ini, di sekitar Gunung Merapi masih terjadi hujan abu. Warga diimbau tetap mewaspadai letusan susulan dan tidak berusaha mendekati radius berbahaya wedus gembel.