maiwanews – Akibat terjadi kesalahan saat menginput data dimana kolom korban hilang dimasukkan ke kolom korban tewas sehingga jumlah korban yang tewas jumlahnya bertambah, data korban yang diumumkan sebelumnya tersebut direvisi.
Angka jumlah korban tsunami Mentawai yang sebelumnya diumumkan sebanyak 450 orang, direvisi menjadi 431. Sementara jumlah korban hilang direvisi turun menjadi 88 orang.
Revisi korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar), Senin, 1 November 2010 siang.
Ade Edward mengatakan, revisi jumlah korban itu berdasarkan hasil Rapat Koordinasi dan Validasi dari dari BPBD, Muspida, Muspika, Dinkes, RAPI, SAR, TNI, Polri dan seluruh tim yang turun ke lapangan, mengenai data dari Sipora Selatan yang sebelumnya belum bisa dimasuki.
“Maka pada tadi malam, berdasarkan laporan dari berbagai pihak terkait, diputuskan adanya perubahan data,” kata Ade Edward sebagai Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat.
Dengan demikian, berdasarkan data terbaru BPBD Sumbar, korban tewas terbanyak di Kecamatan Pagai Utara sebanyak 237 orang, Pagai Selatan 162 orang, Sipora Selatan 23 orang dan Sikakap 9 orang. Sementara jumlah korban luka berat tetap sebanyak 271 orang dan luka ringan 142 orang.
Rumah warga yang rusak berat sebanyak 517 unit dan rusak ringan 204 unit. Rumah ibadah 7 unit, sekolah 6 unit, rumah dinas 6 unit, jembatan 7 unit, resort 2 unit, serta kapal 1 unit terbakar.
Saat ini, sebanyak 14.983 orang masih mengungsi yang tersebar di Pagai Selatan sebanyak 8.394 orang, Pagai Utara 2.793 orang, Sipora Selatan 2.032 orang dan Sikakap 1.764 orang.









