maiwanews – Paska bencana gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, ternyata ditemukan ada akses melalui darat untuk distribusi bantuan. Akses itu ditemukan setelah masuk hari kesembilan, Rabu, 3 November 2010.
Penemuan akses lewat darat itu diawali saat pihak pemerintah mencoba alternatif jalan darat dimaksud. Melalui jalur darat itu, sebagian besar dusun yang terkena tsunami bisa ditembus.
Penemuan itu disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) di Padang, Rabu, 3 November 2010.
Sebelumnya, akses untuk mendistribusikan bantuan hanya mengandalkan jalur laut, padahal cuaca sering dalam keadaan buruk. Akibatnya, distribusi bantuan menjadi terhambat bahkan kacau.
Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengataan, adanya alternatif jalan darat ini sebelumnya memang tidak diinformasikan oleh Pemkab pada Pemprov. Menurutnya, yang tahu persis dengan kondisi daerah tersebut adalah pemerintah kabupaten.
Namun terkait baru ditemukannya akses darat itu, Muslim membantah jika selama ini ada yang ditutup-tutupi pemerintah daerah di jalur darat, mengingat terdapat hak pengelolaan hutan (HPH) di jalur Pagai Selatan tersebut.
Penemuan jalur darat itu baru pada hari kesembilan bencana memang menimbulkan kecurigaan. Apalagi, diberitakan bahwa ratusan relawan, termasuk relawan dari luar negeri dipulangkan dengan alasan bahwa para relawa itu tidak dapat diangkut ke lokasi bencana karena cuaca buruk.
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Munafri Apresiasi Antusiasme Warga Sukseskan 'Makassar Half Marathon 2025'
Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 Mencari Iptu Tomi Terkendala Medan Berat Papua Barat
Fatmawati Rusdi Hadiri Ibadah Akbar Bertema 'Peace Maker'









