Bila Jadi Pimpinan KPK, Bambang Bongkar Mafia Pajak

bambang-widjojantomaiwanews – Jika terpilih sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menyatakan siap membongkar mafia pajak. Menurutnya, keterlibatan para pengacarapun harus ditelusuri, apakah mereka bertindak sebagai otak penyuapan atau sekedar penerima.

“Posisi lawyer itu sebagai mastermind atau penyerta saja, itu harus ditelusuri (juga),” kata Bambang usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di hadapan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 November 2010 malam.

Bambang menyampaikan hal ini terkait kemungkinan pengambilalihan kasus Gayus oleh KPK. Bagi Bambang, ada beberapa kategori dari kasus Gayus yang bisa diusut KPK, terutama terkait tindak pidana korupsi yang melibatkan penegak hukum.

Menurut Bambang, banyak hal penting lainnya yang masih perlu dibongkar agar praktek-praktek serupa seperti yang dilakukan Gayus di Ditjen Pajak, tidak terus terjadi. Bambang cukup yakin masih ada pihak lain yang ikut berkonspirasi dengan Gayus.

Bambang berpendapat, mengusut kasus Gayus, yang pertama kali harus dilakukan adalah menelusuri apakah institusi itu terlibat atau hanya perorangan. Bambamng mencontohkan, konspirasi dengan Ditjen pajak itu belum dibongkar.

Setelah semua itu terungkap, kata Bambang, barulah diusut kasus suap yang dilakukan Gayus terhadap Kepala Rutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto, yang menyebabkan Gayus bisa melenggang keluar masuk penjara hingga ke Bali.

Sebelumnya, Bambang juga mengaku siap membongkar skandal IPO PT Krakatau Steel jika terpilih jadi pimpinan KPK. Kasus Krakatau Steel disebut-sebut sebagai skandal yang jauh lebih besar dan rumit dari skandal Century.