Olah Raga Bridge Picu Kecerdasan Anak

BRIDGEPROBOLINGGO – Berangkat dari mengisi waktu kosong dengan bermain bridge, disekolahnya masing-masing satu keluarga rengkeng satu setelah meraih juara dua lomba bridge tingkat nasional.

Sri Wahyuni, guru SMA IV Kota Probolinggo, mengungkapkan kemenangan putra ketiganya Yus Fita pada lomba olah raga Bridge POR Kota Probolinggo Jumat (3/12/2010) sudah diprediksi sebelumnya.

Pasalnya ibu tiga putra, yaitu Zulfa Yuki (15), Yuli Aulia (12) dan Yus Fita (8) telah mengasah kemampuan ketiga putranya bersama suami tercintanya setiap ada waktu luang.

“Kecintaan keluarga terhadap olah raga Bridga tidak dapat dipungkiri lagi, karena olah raga ini memicu kecerdasan anak-anak,” kata Sri Wahyuni.

Terpisah, Kabid Pemuda Olah Raga pada Dispoppar Kota Probolinggo Kukuh S, menambahkan bertambahnya animo masyarakat khususnya tingkat pelajar pada bidang olah raga Bridge. Membuktikan bahwa olah raga Bridge benar-benar memicu kecerdasan otak para pelajar, karena Bridge memicu anak untuk selalu berfikir.

“Tiga tahun sebelumnya, animo masyarakat terhadap olah raga Bridge sedikit sekali,” ungkap Kukuh.

Namun, setelah mengetahui hasilnya, bahwa olah raga Bridge dapat memicu kecerdasan anak. Kini para wali murid banyak menyarankan agar putranya mengikuti olah raga Bridge, yang kini sudah masuk dalam salah satu olah raga pilihan disetiap sekolah se-Kota Probolinggo.

Dalam pertandingan olahraga bridge di GBH selama tiga hari, sebanyak 20 pasang peserta telah melampoi sejumlah tahapan yang telah ditetapkan panitia.

Dari 20 pasang peserta, tersisa 18 pasang masuk babak semifinal pada Kamis (2/12/2010) kemarin. Lomba bridge yang terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu Mini Bridge dan Brdige. Masing-masing pemanangnya adalah, juara I Bridge diraih pasangan Masrur (pelajar SMP 10) dengan Mahendra (pelajar SD Negeri Sukabumi II) sebagai utusan Kecamatan Mayangan.

Sementara menduduki juara II, yaitu pasangan Intan dan Islahul (keduanya pelajar SMP Negeri 10) dengan perolehan angka 150 untusan Kecamatan Kanigaran dan angka tersebut dibawah perolehan angka juara I yang mencapai 186.

Sedangkan pasangan Indri dan Ayu (keduanya dari SD Negeri Tisno Negaran III) utusan Kecamatan Kanigaran, cukup puas di juara III dengan perolahan angka sebesar 130.

Terpisah pada kelompok Mini Bridge, yang terbagi menjadi dua bagian ganda putra dan putrid. Juara I putra dimenangkan Pezza dan Dafa dari Kecamatan Kedopok. Sedangkan juara I Putri diraih pasangan Della dan Dheri dari SD Sukabumi 2.