Rencana Pengeboran PetroChina Diprotes Warga

pengeboran-minyakBOJONEGORO – Rencana pengeboran sumur minyak baru di lapangan A Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java JOB-PPEJ, diprotes warga setempat.

Kepala Bagian Unit Usaha Badan Usaha Milik Desa Campurejo, Imam Sutikno, dalam pertemuan dengan kontraktor pengeboran yang ditunjuk Petrochina, menyampaikan pengeboran sumur minyak baru dengan kontraktor PT TMMJ, tidak boleh dilaksanakan, sepanjang belum ada kepastian pemberian tali asih.

Tuntutan yang dibuat tertanggal 1 Desember 2010 lalu tersebut, ditandatangani Bagian Unit Usaha BUMDes, Imam Sutikno, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam tuntutan yang dibuat pada tanggal 2 Desember, diajukan permohonan keterlibatan tenaga kerja warga setempat sebanyak 159 tenaga kerja, di berbagai bidang.

Tuntutan kedua tersebut, selain ditandatangani Imam Sutikno, juga ditandatangani Kepala Desa Campurejo Budi Utomo.

Tuntutan lainnya, keterlibatan dalam pekerjaan pengeboran mulai pengadaan bahan-bahan katering, loundry, pengadaan solar, penanganan limbah sampah, pengadaan alat-alat pengaman dan kebutuhan lainnya yang bisa dikerjakan masyarakat di desa setempat.

Menurut dia, keterlibatan pekerjaan di berbagai bidang itu, bisa dilakukan melalui BUMDes.

“Sebab, selama ini pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan masyarakat di desa kami, dikerjakan orang luar,” kata Imam.

Yang pasti, sebut Imam, kalau tuntutan warga tersebut, tidak ada kejelasan, warga tetap melakukan boikot melarang pengeboran sumur minyak baru di lapangan A, dilakukan. Karena itu, ketika empat truk trailer pengangkut peralatan berat rig, menuju lokasi lapangan A langsung dihadang warga.

Penghadangan empat truk, dua hari lalu itu, berakhir dengan kembalinya truk ke lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, milik JOB PPEJ.