Pertamina Genjot Pertumbuhan Produksi Minyak

logo pertaminamaiwanews – Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan produksi minyak, awal tahun 2011, Pertamina EP melaksanakan pengeboran pertama (tajak) tiga sumur yang terdiri dari satu sumur eksplorasi dan dua sumur eksploitasi.

Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian saat meresmikan pemboran KLJ-1A menegaskan, kegiatan tajak tiga sumur tersebut, merupakan bukti komitmen Pertamina dalam upaya menambah kapasitas produksi minyak.

“Ini merupakan upaya percepatan yang dilakukan Pertamina EP dalam menemukan cadangan baru dan mewujudkan pertumbuhan produksi yang berkelanjutan,” kata Salis dalam pernyataan tertulis, Minggu 2 Januari 2011.

Menurut Salis, tajak digelar pada awal tahun ini guna mengejar target produksi minyak pada 2011 yakni sebanyak 132 juta barel dan produksi gas sebesar 1.095 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pemboran sumur eksplorasi KLJ-1A terletak di Kalijati, Desa Sengon Wetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sedangkan dua sumur yang juga dieksploitasi awal tahun ini adalah sumur ST-801 di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan sumur RNT-DZ-4 di Desa Kebun Tanjung Semeuntoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam.

Ditambahkan Salis, guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, Pertamina EP harus menemukan cadangan migas baru untuk mengimbangi peningkatan produksi. Hal ini dikatakan Salis, agar setiap barel minyak dan kaki kubik gas yang diproduksi, dapat digantikan dengan penemuan cadangan baru dalam jumlah yang minimal sama atau lebih besar.

Hingga Desember 2010, Pertamina EP telah berhasil mendapatkan temuan cadangan minyak sebesar 57 juta barel minyak (MMBO) dan gas 1.353 miliar standar kaki kubik gas (BCFG), sementara sepanjang 2010, Pertamina EP telah selesai melaksanakan pemboran 10 sumur wildcat, 8 sumur deliniasi, dan 1 sumur re-entry.

Dari jumlah tersebut, lanjut Salis, 14 sumur ekplorasi telah menemukan kandungan hidrokarbon yang sangat signifikan, yakni dengan keberhasilan yang mencapai 74 persen.

Penemuan cadangan migas baru diperoleh dari kegiatan eksplorasi di wilayah Indramayu yakni dari sumur Akasia Bagus 1, Karang Luhur 1, Karang Degan 1, dan Jati Keling-1.  Lalu, temuan di wilayah Bekasi yakni dari sumur Pondok Mekar 1, Pondok Makmur 3 dan 4 .Di wilayah Cepu sumur North Kedung Tuban-1. Serta di wilayah Sumatera Selatan, sumur Pagardewa 6X, Prabu menang-6X, Manduru 1, dan Ginaya 1.

Produksi minyak Pertamina EP mencapai 101,2 ribu barel per hari (MBOPD) pada 2006, meningkat menjadi 110,3 MBOPD pada 2007. Selanjutnya pada 2008 kembali meningkat menjadi 116,6 MBOPD. Sementara pada 2009, meningkat menjadi 127,1 MBOPD, dan 130,2 MBOPD pada akhir 2010.