
SURABAYA – Bisnis wisata Perhutani Jawa Timur tahun 2010 meraup pendapatan Rp.8,25 Miliar melampaui 22% dari RKAP sebesar Rp.6,74 M. Pencapaian yang cukup menggembirakan setelah tahun 2009 bisnis yang ditangani KBM Jasa Lingkungan dan Produksi Lainnya ( KBM JLPL ) mencatatkan pendapatan sebesar Rp.4,22 M dan pada tahun 2008 sebesar Rp.3,23 M
Kinerja bisnis wisata KBM yang sempat 3 kali ganti nama sejak berdiri tahun 2006 tak lepas dari sosok perancang kelolanya yang mengalami sejak nama awal hingga terakhir serta dibawah pimpinan 3 orang General Manager, shingga dalam 3 tahun terakhir berhasil menaikkan pendapatan 3 kali lipat lebih.
Seperti disebutkan Menejer Pengelolaan Ekowisata dan Jasa lingkungan KBM JLPL, Ir. Murgunadi, pencapaian tersebut baru awal karena 5 tahun ke depan pendapatan wisata KBM JLPL harus lebih dari Rp.100 M.
“Target itu tak berlebihan, karena potensi bisnis wisata alam Jawa Timur sangat besar dan belum di tangani secara proporsional.” ujar Murgunadi di Suarabaya, Senin (10/1/2011) siang.
Murgunadi menambahkan, mengubah main stream tim kerjanya merupakan kunci utama, karena harus mengubah pola pikir sebagai seorang petugas menjadi seorang pengusaha bukanlah mudah apalagi banyak di antara anggota tim kerjanya yang sudah berumur.
Bisnis wisata adalah bisnis layanan atau service lanjutnya, kalau perlu sebagai unsure pimpinan harus turun tangan melayani pelanggan, untuk memberi contoh tim pelaksana lapangan, bagaimana harus melayani pelanggan.
Pembuatan paket-paket wisata, paket rapat dan paket event, sangat menunjang pencapaian target pandapatan tahun 2010 lalu.
Pola Clustering yang diterapkan tahun 2010 lalu merupakan upaya meningkatkan efektifitas organisasi dan obyek yang dikelola.
Obyek wisat yang dikelola KBM JLPL dibagi dalam 6 Cluster yaitu Cluster Bojonegoro meliputi Sowan, Prataan, Goa Putri Asih dan Dander, Cluster Sarangan meliputi Cemorosewu, Mojosemi, Ngadiloyo, Puindak Kiwo dan Puspa Sarangan, Cluster Padusan meliputi : Padusan, Grenjengan, Dlundung dan Sumberboto, Cluster Tretes meliputi Kakekbodo dan Foresta Tretes, Cluster Malang meliputi Sumber Darmi, Coban Talun, Coban Pelangi, Kraton Gunung Kawi dan /sendang Biru dan yang keenam adalah Cluster Jember, meliputi Papuma, Grajagan dan Foresta Pasir Putih.
Mulai tahun 2011 ini, pengelola setiap obyek diberi sebutan Site Manager , koordinatornya dinamakan Area Manager dan yang semula disebut Asisten Manager diganti menjadi District Manager, dilengkapi dengan uraian tugas yang lebih detail, bahkan akan segera diterbitkan manual untuk masing-masing petugas.
Perubahan itu dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan kePDan masing-masing level manajemen, sehingga memiliki otoritas proporsional.
Dengan demikian, akan tumbuh dinamika bisnis dan kreatifitas dalam membangun produk maupun jejaring dan strategi pemasaran di masing-masing obyek, khususnya pada 3 obyek andalan yaitu Padusan, Kakekbodo dan Tanjung Papuma.
Tahun 2011, target RKAP adalah sebesar Rp.12,12 M dengan perkiraan tak kurang dari Rp.15 M akan bisa diraup pada tahun ini.
Dukungan puncak management Perum Perhutani dengan memberikan investasi yang intensif sejak tahun 2009 sebesar Rp.1,1 M dan tahun 2010 lalu sebesar Rp.2,8 M akan tidak sia-sia dan memberikan hasil optimal bila pola management yang sedang dikembangkan terus diikuti dan tidak diubah-ubah asal tampil beda oleh pejabat barunya.(doni sujito)
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow
Fatmawati Rusdi Tekankan Pendekatan Humanis Satpol PP
Kakorlantas Imbau Pemudik tidak Gunakan Sepeda Motor
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Pihak Berwenang Pulangkan Jenazah Korban Penembakan KKB ke Gowa









