maiwanews – Palang Merah Indonesia (PMI) membangun pabrik kantong darah nilai investasi sebesar Rp 60 miliar. Pabrik kapasitas produksi sebanyak 7 juta kantong per tahunnya ini mulai dibangun awal tahun 2011.
“Kami bangun pabrik kantong darah dengan kemampuan produksi 7 juta kantong per tahunnya,” kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla usai penandatangan Mou Keamanan Darah di Indonesia bersama Novartis Diagnotis (HK) Limited di Malang, Sabtu 15 Januari 2011.
Menurut JK, panggilan akrab Jusuf Kalla, pabrik kantong darah itu tendernya sudah selesai dilakukan. Direncanakan akan dibangun pada Maret-April di daerah Bekasi, Jawa Barat dan akan memproduksi kantong darah berkualitas ekspor.
Dijelaskan JK, pabrik kantong darah itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan PMI ke depan. Selain itu, kata JK, pembangunan pabrik ini diharapkan mampu mengembangkan potensi dengan ekspor ke luar negeri, karenanya digunakan teknologinya berkualitas internasional.
JK menegaskan, selama dua tahun terakhir ini, PMI butuh 4,5 juta kantong darah, dan yang sudah terpenuhi baru sebanyak 3,5 juta kantong, itupun masih impor.
Menurut mantan Wakil Presiden itu, pembangunan pabrik ini diharapkan bisa menekan tingkat ketergantungan atas kantong darah dari luar negeri, karena selama ini, PMIÂ masih menunggu impor dari luar negeri untuk mendapatkannya.
Sementara terkait sumber pendanaan membangun pabrik tersebut, diperoleh dari dana patungan antara PMI dengan perusahaan swasta tanah air, sedangkan teknologinya masil mengadopsi dari luar negeri.
Selain membangun pabrik kantong darah, dijelaskan JK, PMI pada akhir 2011 juga akan mendirikan pabrik vaksin darah. Pembangunan pabrik yang merupakan program PMI 2011 itu juga bertujuan sama, menghilangkan ketergantungan impor vaksin darah selama ini.
Lantamal VI, Palu Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp1,5 Miliar
Pemerintah Siapkan 21 Proyek Hilirisasi Tahap Pertama Senilai Rp657,6 Triliun
Presiden Lantik 961 Kepala Daerah Secara Serentak
Polisi Amankan ART Terduga Pencuri Perhiasan Majikan Senilai Rp697 Juta
Dephan AS Sepakati Kontrak Senilai $253,7 Juta ke Williams International









