maiwanews – Hingga Sabtu 5 Februari 2011 ini, pemerintah Malaysia telah mengevakuasi 6.800 warganya dari Mesir. Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengatakan, proses evakuasi berjalan lancar, saat ini 6.800 siswa yang telah dievakuasi dari Mesir.
Najib memastikan semua evakuasi ini ditanggung Pemerintah. “Kami akan menanggung biaya operasi kita saat ini. Orang tua tidak perlu membayar apapun,” kata Najib kepada wartawan di Masjid Jamek Kampung Baharu seperti dilansir Bernama, Sabtu 5 Februari 2011.
Menurut Najib, evakuasi ini menerapkan konsep pertahanan total, yakni pemerintah menyatukan semua sumber daya yang tersedia termasuk dari sektor swasta dalam menjalankan misi evakuasi besar-besaran ini.
“Aset ini termasuk yang dari Malaysia Airlines, AirAsia, Royal Malaysia Air Force dan Tabung Haji. Ini adalah mobilisasi terbesar aset yang pernah dilakukan untuk menjamin keselamatan Malaysia,” kata Najib.
Malaysia mengavakuasi warganya tidak langsung ke negaranya, karena menurut Najib, jika itu dilakuakan, akan memakan waktu yang lama karena harus menempuh jarak yang jauh. Mereka, kata jadjib, dibawa ke Jeddah.
Di samping itu kata Najib, hal itu dilakukan untuk memberi rasa adil bagi warganya yang dievakuasi. Jangan sampai, katanya, ada warganya yang sudah sampai di Malaysia, tapi di saat yang sama masih ada yang tertinggal di Mesir.
Untuk melaksanakan misi evakuasi itu, pihaknya melakuakn kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. Najib mengatakan, Raja Abdullah mengatakan kepadanya bahwa wilayah udara Arab Saudi terbuka lebar untuk pesawat Malaysia untuk melaksanakan misi yang sudah hampir rampung ini.









