maiwanews – Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengusulkan empat opsi bagi warga Ahmadiyah. Opsi tersebut disampaikan Menag sebagai jalan keluar atas seringnya tindak kekerasan menimpa jamaah Ahmadiyah.
Empat opsi yang ditawarkan Menag tersebut adalah pertama, Ahmadiyah bisa menjadi sekte atau agama tersendiri dengan konsekuensi tidak menggunakan atribut agama Islam, seperti masjid, Al Quran, dan simbol agama Islam lainnya.
Kedua, Ahmadiyah bisa kembali menjadi umat Islam namun harus sesuai tuntunan Al Quran. Ketiga, Ahmadiyah bisa dibiarkan saja karena ada yang berpandangan hal itu merupakan bagian dari hak asasi manusia. Dan yang keempat, Ahmadiyah dibubarkan.
Seperi diberitakan, peristiwa kekerasan terakhir terhadap Ahmadiyah terjadi di Pandeglang, Banten. Dalam peristiwa kekerasan tersebut, tiga orang warga jamaah Ahmadiyah tewas diserbu ribuan warga dan sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka berat.
Bukan hanya itu, sejumlah aset milik warga Ahmadiyah seperti Mobil dan Sepeda Motor juga hancur setelah menjadi sasaran warga yang marah.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Banten mengatakan, dari hasil pemeriksaan usai kerusuhan, pihaknya telah menemukan sejumlah senjata tajam di rumah Suparman, anggota jamaah Ahmadiyah yang berdomisili di Cikeusik, Pandeglang, Banten.
Senjata yang ditemukan polisi di dalam rumah itu, terdiri dari berbagai jenis seperti tombak yang ujungnya diberi besi yang tajam, golok, ketapel, celurit, serta ada juga batu-batu. Semua senjata itu diperispakan Ahmadiyah untuk melawan para penyerbu.
“Ada beberapa. Ada tombak, ada golok, ada ketapel, ada celurit, ada batu-batu,” kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Gunawan, Rabu 9 Februari 2011.









