4 Transaksi Mencurigakan di Jakarta, Ditelusuri Pansus

Jakart –  Tim Investigasi Jakarta, salah satu tim investigasi Pansus  yang telah bekerja di lima kota Indonesia, melakukan penelusuran terhadap temuan empat transaksi nasabah Bank Century yang mencurigakan.

Ke empat transaksi mencurigakan tersebut, satu transaksi terjadi pada bulan Maret dan tiga transaksilainnya terjadi pada bulan September tahun 2009. Seluruh transaksi yang kemudian diketahui menggunakan alamat tidak jelas tersebut, seluruhnya berjumlah Rp. 9,1 milyar.

Dalam investigasi itu, Pansus yang diantaranya berangotakan Indrus Marham dan Azis Syamsuddin dari Golkar, Anas Urbaningrum dari Demokrat, dan Maruarar Sirait dari PDIP, mengadakan pertemuan dengan nasabah dan direksi Bank Century ( sekarang Bank Mutira) di kantor pusatnya lt 22 Senayan Square Senayan Jakarta Selatan, Senin pagi, 15 Februari 2010.

Dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh tiga dari empat nasabah yang melakukan transaksi mencurigakan dan sebelum dianggap fiktif  itu, terjadi hal menarik kerika sedang terjadi dialog, Kasena Pandi minta izin ke toilet.

Tapi karena ada kecurigaan, Ara, Panggilan akrab Maruarar membuntuti Kasena. Dan benar saja, Ara memergoki Kasena justru bertemu dengan salah seorang yang kemudian diketahui bernama Lili di sebuah ruangan. Menurut direksi Mutiara, orang tersebut bernama Lili dan sebelumnya juga diundang bertemu Pansus, namun tidak bersedia karena alasan tidak ingin diliput media.

Setelah Ara dan Kasena kembali ke ruang pertemuan, Ara mencecar Kasena tentang siapa sebenarnya yang ditemui tadi. Kasena menjawab bahwa ada seseorang yang tidak dikenalnya menyampaikan bahwa istrinya menelpon, yang kemudian diketahui ternyata tida ada, kata Kasena gelagapan.

Selanjutnya, sore hari Pansus melakukan rapat konsultasi dengan PPATK di gedung DPR Senayan guna mencocokkan data PPAT sebelumnya dengan hasil investigasi Pansus dari sejumlah daerah. Dalam rapat konsultasi itu, PPATK juga dijadwalkan akan memberikan data tambahan aliran dana kepada Pansus.