Deddy Mizwar: Ada Adu Domba Masyarakat dan Pemerintah

deddy-mizwarmaiwanews – Aktor, sutradara sekaligus produser film, Deddy Mizwar mengaku heran dengan situasi heboh dan reaksi yang berlebihan seputar pajak film impor. Deddy menduga ada upaya pihak tertentu yang mengadu domba antara masyarakat dan pemerintah.

Deddy bahkan berpendapat, pemerintah Indonesia sedang berusaha didikte para importir film hollywood itu. “Ada yang mengadu domba antara masyarakat dan pemerintah. Negara ini ditekan oleh pedagang-pedagang barat,” kata Deddy.

Pendapat tersebut disampaikan Deddy Mizwar dalam kesempatan jumpa pers bersama Menbudpar, Jero Wacik terkait kebijakan film nasional dan masalah pajak/bea film impor di Gedung Sapta Pesona, Kemenbudpar, Jakarta, Minggu 20 Februari 2011.

Deddy mengatakan, pernyataan asosiasi importir film Aemrika, Motion Picture Association (MPA) menyesatkan. Karena kisruh yang berawal dari beredarnya surat Dirjen Pajak tanggal 10 Januari 2011 itu, menurut Deddy, bukan berisi tentang kenaikan pajak.

Dijelaskan Deddy, isi surat tersebut sebetulnya hanya menegaskan agar para importir itu membayar pajak yang benar dan wajar sesuai undang-undang pajak yang berlaku di tanah air. Karena itu, Deddy mengaku bingung dengan sikap MPA. “Kalau enggak mau masukin film kenapa jadi heboh. Padahal mereka tidak mau bayar pajak secara benar dan wajar,” ujarnya kesal.

Menurut Deddy, pihak-pihak tersebut yang bereaksi dengan mencak-mencak lalu mengancam tidak akan memasukkan film impor ke Indonesia, ingin menggambarkan seolah bangsa kita adalah bangsa tempe, tidak berani dengan bangsa barat. “Bioskop itu didikte oleh AS (Amerika Serikat),” kata Deddy.

Deddy bahkan makin heran karena malah orang Indonesia sendiri yang pertamakali meributkan hal tersebut, bukan pihak MPA. Deddy menuding ada oknum di 21 Cineplex yang bertindak keliru hingga seolah tak punya nasionalisme.

“Bung Noorca (jubir 21 Cineplex) keliru memberi informasi. Jangan sampai jadi pengkhianat bangsa,” ujar pemeran film Nagabonar itu sengit.