Jakarta – Karena saat Indosat menyampaikan lonjakan jumlah pelanggan sebanyak 4, 4 juta hanya dalam kurun waktu satu kwartal tidak disertai dengan laporan kinerja keuangan perusahaan, perusahaan telekomunikasi itu diisukan melakukan penggelembungan data pelanggan.
Pelaporan pencapaian jumlah pelanggan perusahaan yang sebelumnya dimiliki Temasek Singapura tersebut telah dilaporkan kepada otoritas bursa yang merupakan kewajiban Indosat sebagai perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki publik.Â
Sebelumnya, Indosat yang mayoritas sahamnya kini dimiliki Qatar Telecom, melaporkan jumlah pelanggan Indosat selama tahun 2009 telah mencapai 33,1 juta pelanggan. Laporat itu disampaikan secara resmi kepada Bapepam, Bursa Efek Indonesia, dan New York Stock Exchange.
Management Indosat membantah adanya penggelembungan itu, karena menurutnya, pelaporan itu dilakukan secara resmi dan sebelumnya telah melalui serangkaian perhitungan yang dilakukan berdasarkan prinsip Good Coorporate Governance.
Sementara pelaporan keuangan yang belum disampaikan disebabkan karena perusahaan sedang dalam masa silent period, yakni dimana perusahaan tidak dapat menyampaikan laporan kinerja perusahaan menjelang pengumuman kinerja oleh induk perusahaan awal Maret 2010.
Indosat adalah perusahaan negara yang sebagian besar sahamnya dijual ke Temasek, sebuah perusahaan negara Singapura ketika Megawati menjadi presiden RI. Indosat kini memiliki sejumlah produk bisnis yang cukup populer seperti Mentari, IM2, IM3, StarOne, dan Indosat sendiri.









