Aksi simbolik pengusiran setan diiringi Tari Kecak oleh Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair) Rabu tanggal 8 Juni 2011 ternyata belum mampu membuat birokrat kampus membuka transparansi anggaran perguruan tinggi.
Kegagalan itu membuat mahasiswa Unair kembali berdemonstrasi hari ini, Kamis 9 Juni 2011, dengan jurus barunya, Aksi Seni Ludruk. Ludrukan FAM Unair masih merupakan sindiran terhadap pejabat struktural kampus atas bungkamnya mereka terkait transparansi dana.
Ludrukan bertema “Gonjang-ganjing Bumi Unair” juga merupakan bagian dari tuntutan mahasiswa untuk membatalkan kenaikan biaya pendidikan.
Ada perubahan dalam iringan ludruk ala FAM Unair, biasanya ada campursari, tapi kali ini dibuka dengan lagu Dangdut. “Hal ini di karenakan keterbatasan Alat Musik yang kami miliki dan juga keterbatasan persiapan kami yang hanya satu hari untuk menyiapkanya seni ludruk ini”, kata Humas FAM Unair.
Sampai sekarang, para pejabat Struktural Unair masih tetap bersikukuh untuk menaikan biaya pendidikan Unair untuk mahasiswa baru 2011, dalam bentuk penarikan Sumbangan Pembangunan dan Pengembangan Pendidikan (SP3) atau Uang Gudang mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini terbaca saat FAM Unair pada hari selasa 7 juni mengadakan dialog dan Rabu 8 Juni dalam aksi simbolik Tari Kecak mengusir Setan Neolib, Pejabat Unair masih bungkam seribu bahasa. Bahkan ketika kami menanyakan transparansi anggaran untuk membuktikan kebenaran defisit keuangan yang di alami oleh Unair, para pejabat Unair tetap terus berkelit ke sana kemari dan tidak mau menjawabnya.
“Kondisi tersebut sedikit banyak semakin menunjukan bagaimana watak birokrasi Unair, selalu mengambangkan sebuah persoalan dan tanpa malu mengumbar janji-janji manis, walaupun tanpa ada realisasinya”, demikian keterangan resmi FAM Unair.
Inilah yang mendasari pandangan dan keyakinan FAM Unair bahwa kenaikan biaya pendidikan (SP3) ini sudah jelas hanya akan menyengsarakan rakyat. Skema lama maupun skema baru SP3 yang oleh pejabat unair di iklankan besar-besaran wujud Unair pro-poor, sama-sama tidak menyelesaikan masalah dan seharusnya dibatalkan saja.









