Setelah Dubes, Turki Usir Semua Diplomat Israel

ahmet-davutoglu-turkiAnkara, maiwanews – Setelah mengusir Dute Besar (Dubes) Israel dan menurunkan tingkat hubungan diplomatik kedua negara pekan lalu, kali ini Turki memerintahkan semua diplomat senior Israel keluar dari negara itu. Kebijakan itu diambil bersamaan dengan penangguhan semua persetujuan militer.

Panasnya hubungan bilateral antara Israel dan negara Muslim bekas sekutunya tersebut membuat penumpang pesawat terbang Israel mengeluh bahwa mereka ditahan dan ditanyai oleh penguasa Turki di bandara Istanbul sementara warga Turki juga mengeluh memperoleh perlakuan serupa di Tel Aviv. Beberapa turis dari kedua negara itu mengatakan mereka digeledah dan paspor mereka diambil untuk beberapa waktu.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dalam sebuah pernyataan singkat kepada media pekan lalu mengumumkan pengusiran Dubes Israel dari Ankara. Davutoglu mengatakan Turki menurunkan hubungannya dengan Israel ke tingkat Sekretaris Dua, dan mengharapkan duta besar Israel untuk meninggalkan Ankara hari Rabu.

Pengusiran diplomat Israel dari Turki diumumkan setelah bocornya rincian laporan PBB mengenai pembunuhan tahun lalu oleh pasukan Israel terhadap sembilan warga Turki yang turut ambil bagian dalam iring-iringan kapal dalam upaya mematahkan blokade ekonomi Israel terhadap Jalur Gaza.

Turki memberi batas waktu hari Jumat untuk secara resmi merilis laporannya dan sebagai batas waktu bagi permintaan maaf dari Yerusalem serta pembayaran kompensasi kepada keluarga korban yang tewas. Namun Israel menolak minta maaf atas tewasnya delapan warganegara Turki dan seorang warga Amerika keturunan Turki dalam serangan Israel tahun lalu terhadap sebuah kapal bermuatan bantuan untuk warga Palestina di Gaza.

Davutoglu menyalahkan perpecahan dalam pemerintah Israel atas kegagalan memenuhi tuntutan Turki. Ia mengatakan pejabat Turki bertemu empat kali dengan para pejabat Israel, dan dalam dua kesempatan telah dicapai kesepakatan dimana perdana menteri Israel setuju tetapi Kabinet Israel tidak setuju.

Terkait masalah Palestina, hari Senin lalu Davutoglu bertemu dengan pejabat Palestina Nabil Shaath di Ankara. Davutoglu mengatakan, Turki akan mendesak pengakuan atas negara Palestina pada Sidang Umum PBB yang akan datang. Israel dan Amerika telah menyatakan akan menentang langkah seperti itu. (VoA/aso | Foto: Bahrain Ministry of Foreign Affairs)