Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Perdana Menteri Inggris David Cameron bersama pemimpin senior NATO lainnya akan mengunjungi Libya hari Kamis. Mereka akan melalukan pembicaraan dengan pemerintah sementara negara itu yang diwakili Dewan Transisi Nasional (National Transitional Council – NTC).
Pasukan kedua negara eropa tersebut menjadi pemimpin NATO dalam membantu pemberontak Libya merebut kekuasaan dari Khadafi.
Kunjungan itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh pemimpin barat setelah pihak oposisi merebut kekuasaan dari Kolonel Muammar Khadafi. Kunjungan dilakukan saat NTC masih berperang untuk merebut Bani Walid, Sirte, dan Sabha. Tiga kota itu masih dikuasai loyalis Khadafi.
Pertemuan dengan pimpinan NTC, Mustafa Abdul Jalil, di Tripoli akan dilakukan sebelum perjalanan ke Benghazi. Pemimpin negara asing akan terbang ke Tripoli untuk bertemu Mustafa dan anggota komite eksekutif NTC lainnya.
Cameron dikabarkan membawa paket bantuan dan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin NTC tentang kemajuan mereka dalam menciptakan stabilitas. Perdana Menteri Perancis Francois Baroin membantah laporan bahwa kunjungan kedua pemimpin negara untuk mengambil rampasan perang. (Tripoli Post/aso | Gambar ilustrasi oleh Future Atlas)
Bareskrim Polri Tegaskan Ijazah Jokowi Asli dan Sah Berdasarkan Uji Forensik
Prabowo Akan Terima Kunjungan Resmi Albanese
Presiden Luncurkan PHTC, Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Teknologi Digital
Apresiasi Perjuangan Buruh, Munafri: Hak & Kesejahteraan Harus Terpenuhi
Presiden Resmikan PP Perlindungan Anak









