KRI Fatahillah Tangkap Kapal Malaysia

Jakarta – Kapal perang Indonesia, KRI Fatahillah-361 menangkap sebuah kapal berbendera Malaysia saat memasuki wilayah perairan Indonesia secara illegal. Kapal yang ditangkap ketika berada di wilayah perairan Tarakan, Kalimantan Timur tersebut, sedang memuat kayu.

Dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Lautl Kol. Laut (P) Herry Setianegara, S. Sos Jumat, 12 Maret 2010, kapal yang ditangkap itu adalah kapal Tug Boat (TB) Budget 18 dan Tongkang(TK) Budget 21 yang dinakhodai Abdul Hamid Bin Maulud (WN Malaysia). TK Budget 21 dengan bobot 2.087 ton yang ditarik TK Budget 18 berbobot 140,83 ton tersebut membawa muatan 3.268 m3 kayu Acacia Mangiun dan diawaki delapan orang anak buah kapal.

KRI Fatahillah adalah salah satu kapal perang jenis frigat buatan galangan kapal Wilton Fijenoord, Schiedam Belanda yang dimiliki Angkatan Laut Indonesia. Dalam jumlah terbatas, kapal perang kita berkewajiban menjaga wilayah kedaulatan Indonesia oleh kapal militer maupun kapal niaga.

KRI Fatahillah yang dibeli pada tahun 1980 tersebut memiliki berbagai persenjataan modern seperti 4 peluru kendali permukaan-ke-permukaan Aerospatiale MM-38 Exocet, 1 meriam Bofors 120/62 berkaliber 120mm (4.7 inchi), 3. 2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm, 12 torpedo Honeywell Mk. 46, dan Mortir anti kapal selam Bofors ASR 375mm laras ganda.

Indonesai sebagai negara kepulauan, memiliki wilayah laut yang sangat luas, membutuhkan Alutsista yang memadai, termasuk kapal perang dengan persenjataannya.

Peristiwa pelanggaran wilayah perairan Indonesia oleh kapal asing yang melakukan pencurian kayu maupun ikan, sangat sering terjadi, bahkan tidak hanya itu, pelanggaran wilayah perairan Indonesia oleh kapal perang juga tidak kalah seringnya.

Bebelapa waktu lalu, Indonesia dikejutkan oleh laporan pilot sebuah pesawat komersil yang terganggu dengan adanya pesawat tempur yang sedang bermanuver di wilayah udara Indonesia, yang kemudian diketahui bahwa pesawat tempur tersebut lepas landas dari kapal induk Amerika yang berada di perairan Indonesia dekat pulau madura.

Bahkan yang terakhir, kapal perang malaysia beberapa kali diusir oleh kapal perang Indonesia ketika memasuki perairan Ambalat yang kaya minyak. Ambalat diklaim negara tetangga tersebut sebagai bagian wilayahnya.