Bendera Palestina untuk pertama kalinya berkibar di gedung salah satu badan PBB, UNESCO, Selasa 13 Desember 2011.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sambutannya pada upacara pengibaran bendera yang juga dihadiri Direktur Jendral UNESCO, Irina Bokova, mengatakan ini adalah momen bersejarah yang menjadi pertanda baik akan masuknya Palestina di beberapa organisasi internasional lainnya di masa datang.
Meski telah menjadi anggota UNESCO, Palestina tidak serta merta menjadi anggota PBB secara penuh. Tantangan berat bagi Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB adalah veto Amerika Serikat. Negeri paman sam itu sejak awal tidak setuju Palestina menjadi anggota PBB.
Washington menilai Palestina harusnya terlebih dahulu mencapai kesepakatan damai dengan Israel sebelum menjadi anggota organisasi internasional. Sementara juru bicara Perdana Menteri Israel, Mark Regev, mengatakan keanggotaan Palestina di UNESCO tidak memberi sumbangan bagi upaya perdamaian dengan negaranya. (euronews/canada.com/aso)
Sent using Nokia C3-00
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel
Trump Terbitkan Perintah Eksklusif Terkait Tarif Impor ke AS
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Walikota Moh Ramdhan Resmikan Gereja Pantekosta Bathesda Makassar
Blinken Sebut Ukraina Perlu Mobilisasi Pasukan di Garis Depan









