maiwanews – Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, menegaskan bahwa TNI AU menghentikan pengoperasian pesawat Fokker 27. Hal itu disampaikan usai rapat terbatas dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa 26 Juni 2012.
Saat ini masih ada lima unit pesawat Fokker 27 buatan tahun 1975. Sebagai gantinya TNI memesan 10 unit CN295 melalui PT Dirgantara Indonesia dengan dana dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhan). keputusan tersebut menyusul kecelakaan Fokker 27 Kamis 21 Juni lalu.
Pesawat milik TNI AU bernomor register A 2708 jatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusumah pukul 14.45 WIB. Saat kecelakaan terjadi, pesawat buatan Belanda tahun 1977 itu dipiloti Mayor Pnb Heri Setiawan dan kopilot Lettu Paulus. Fokker juga pernah mengalami kecelakaan pada tahun 1999.
Terkait hasil investigasi sementara mengenai jatuhnya pesawat Fokker 27, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat, di Bandara Halim hari ini mengatakan pihaknya telah menyerahkan laporannya ke presiden. Laporan itu berisi kronologi dan prakiraan sementara. Ia menambahkan, kelihatannya pesawat Fokker 27 jatuh karena mesin sebelah kiri mati.









