Macet Saat Mudik, Hindari Terjebak di Sela Truk

maiwanews – Terjebak dalam kemacetan parah saat melakukan perjalanan jarak jauh seperti di jalur lintas Sumatera maupun jalur pantai utara Jawa (Pantura), bukan peristiwa langka. Apalagi menjelang Idul Fitri atau lebaran dimana volume kendaraan yang melewati jalur itu bertambah beberapa kali lipat.

Untuk menghindar dari masalah tambahan selain masalah kemacetan itu sendiri, sebaiknya menghindari terjebak di sela truk terutama yang berukuran dan bermuatan besar pada saat-saat mobil yang dikemudikan terjebak macet stag (macet tak bergerak).

Terjebak di sela truk berukuran dan bermuatan besar ketika macet stag sangat beresiko tinggi atas kemungkinan truk mundur tanpa sengaja, terutama jika saat macet stag kebetulan berada di jalan menanjak betapapun kecil sudut kemiringan jalan itu. Jika tidak sempat menghindari, minimal jaga jarak yang cukup dengan truk di depan.

Selain resiko tertabrak truk yang mundur tanpa sengaja, resiko lain yang mungkin terjadi adalah kesalahan persepsi. Salah persepsi yakni kita menganggap macet masih berlangsung karena beberapa deret truk sama sekali masih belum bergerak padahal sebenarnya kemacetan sudah cair, sering terjadi terutama jika macet stag terjadi pada malam hari.

Seperti sudah menjadi kebiasaan, supir truk-truk besar serta merta memanfaatkan waktu macet stag dengan tidur. Nah, saat mecet sudah mulai cair, para sopir maupun kenek yang tertidur pulas sepertinya lebih memilih melanjutkan tidur daripada harus buru-buru bangun untuk melanjutkan perjalanan.

Kejadian lucu sekaligus mengesalkan seperti itu sebagaimana sering dialami maiwanews, tentu sangat merugikan terutama soal waktu. Karenanya, hindari terjebak macet stag di sela truk. Kalau tidak sempat menghindar, sebaiknya andalkan penglihatan ke truk-truk yang ada di depan, pantau sesekali pergerakan mobil beberapa deret ke depan.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. (ylh-maiwanews)