Barat Kecam Pembunuhan Dubes, Arab Kecam Film Nabi Muhammad

maiwanews – Negara-negara barat mengecam serangat terhadap konsulat Amerika Serikat di Libya dimana serangan tersebut menyebabkan tewasnya duta besar Amerika, Christopher Stevens. Sementara negara-negara Arab mengecam film tentang Nabi Muhammad.

Sekutu dekat Amerika, Inggris, melalui menteri luar negerinya, William Hague, mengatakan tidak ada pembenaran atas serangan demonstran di Libya dan kematian dubes Amerika untuk Libya dan tiga orang anggota staffnya disebut sebagai kejadian mengejutkan.

Hal senada disampaikan Presiden Perancis, Francois Hollande. Ia menyebut protes berujung maut di Libya sebagai tindakan keji dan tidak dapat ditoleransi. Sedangkan juru bicara Jerman mengatakan tidak seharusnya menggunakan kekerasan sebagai bentuk debat politik. Adapun menteri luar negeri Rusia menganggap serangan terhadap para diplomat sebagai aksi teroris.

Berbeda dengan cara pandang negara barat, pemimpin Arab menyatakan film tentang Rasulullah telah memprovokasi terjadinya aksi kekerasan. Iran menuntut permintaan maaf dari Presiden Amerika, Barack Obama, kepada warga Muslim. Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyebut dirilisnya film itu sebagai aksi keji.

Kecaman terhadap dirilisnya film Nabi Muhammad juga disampaikan Perdana Menteri Mesir, Hisham Qandil. Film itu dikatakan merupakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Sebagai tindak lanjut, Gedung Putih mengatakan Presiden Obama menelepon Presiden Majelis Nasional Libya, Mohamed Megarief, Rabu malam dan mereka sepakat untuk bekerja melakukan penyelidikan atas serangan terhadap konsulat Amerika di Benghazi. (aso/VoA)