
Menurut Habib, kekalahan Foke merupakan cerminan dari rasa frustrasi warga atas tidak terselesaikannya permasalahan utama Jakarta yaitu macet, banjir, dan keamanan. Selain itu, masyarakat menginginkan adanya perubahan pengelolaan negara dimana pasangan Foke-Nara diusung oleh Partai Demokrat. Masyarakat dinilai kecewa melihat banyak kader partai penguasa tersebut terlibat kasus korupsi.
Pasangan Jokowi-Ahok dikatakan banyak mendapat dukungan karena bersih, punya visi dan misi sederhana namun solutif, punya karakter baik dan rekam jejaknya jelas. “Terlebih pengusulan mereka menjadi Cagub dan Cawagub cukup dramatis dan bebas dari politik transaksional”, kata Habib. Ia menambahkan, jalan Jokowi-Ahok untuk memimpin DKI memang cukup berliku, setelah sukses mendapatkan kendaraan politik dari PDIP dan Gerindra, ternyata mereka juga sukses memenangkan hati rakyat hingga mendapat dukungan sangat besar dari berbagai elemen masyarakat mulai dari LSM, Ormas, Paguyuban Warga dan organisasi-organisasi relawan.
“Disisi lain, kekalahan Foke adalah bukti nyata jika rakyat bersatu dan berjuang keras untuk mewujudkan perubahan maka hal-hal besar bisa terjadi”, tegas Habib. Menurutnya, meskipun awalnya tidak diperkirakan sama sekali, Foke dengan dukungan hampir seluruh partai besar ternyata bisa dikalahkan.
Bareskrim Polri Tegaskan Ijazah Jokowi Asli dan Sah Berdasarkan Uji Forensik
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Razia Jelang Ramadan, Aparat Pringsewu Amankan Pengguna Narkoba
Pemerintahan Biden Umumkan Bantuan Keamanan Tambahan untuk Ukraina
Korea akan Jadi Tuan Rumah KTT Standar AI Internasional 2025









