Rusia: Rudal Patriot di Perbatasan Turki-Suriah Mengkhawatirkan

maiwanews – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia menyatakan keberatan atas permintaan Turki pada NATO untuk menempatkan rudal Patriot di perbatasa Turki dengan Suriah. Juru bicara Menteri Luar Negeri (Menlu) Alexander Lukashevich mengatakan militerisasi perbatasan Suriah-Turki adalah sinyal mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di ibukota Rusia hari Kamis.

Lukashevich menyarankan agar Turki lebih mengedepankan dialog antara Damaskus dengan pihak oposisi Suriah. “kami memiliki rekomendasi berbeda terhadap kawan Turki kami: mereka seharusnya menggunakan pengaruh mereka terhadap oposisi Suriah untuk mendorong agar segera dimulai dialog antar-Suriah”, kata Lukashevich.

Suriah dilanda konflik berkepanjangan antara oposisi dengan loyalis Presiden Bashar Al Assad. Kekerasan bahkan menyebar hingga ke wilayah Turki. Bulan Oktober Turki menembakkan artileri setelah peluru nyasar ke kota perbatasan Turki, Akcakale, dan menewaskan lima orang warga sipil. Moskow semakin prihatin bahwa keadaan sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki bisa saja lepas kendali.

Menanggapi keberatan Rusia, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen di Zurich hari Kamis mengatakan sikap tersebut tidak dapat dibenarkan. Instalasi rudl Patriot di Turki murni bersifat defensif. (azm/RT | Foto: MIM 104 Patriot oleh Darkone)