Korupsi Marak, Mega Tolak Jika Hanya Parpol yang Disalahkan

maiwanews – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam peringatan HUT ke-40 PDIP di Waduk Djuanda Jatiluhur, Purwakarta, Jakarta Barat Kamis (10/1/2013). Dalam pidato dengan teks, Mega menolak keras jika hanya partai politik yang disalahkan akibat maraknya korupsi ditanah air.

“Benarkah serangkaian penyakit di atas (korupsi) adalah penyakit partai semata? kata Mega di hadapan ribuan kader PDIP. Menurut Mega, masalah bangsa (korupsi) adalah masalah kita bersama yang harus diselesaikan dengan jernih. Bangsa ini kata Mega, membutuhkan kecerdasan lebih daripada hanya sekedar menyalahkan partai.

Megawati menilai, saat ini telah terjadi generalisasi berlebihan bahwa semua partai politik (parpol) adalah sumber masalah bangsa ini termasuk korupsi. Generalisasi seperti itu dinilai Mega nyata-nyata telah mengabaikan parpol-parpol yang secara sungguh-sungguh telah memperbaiki diri.

Mega mencontohkan, di intern PDIP secara serius telah dilakukan pengembangkan instrumen evaluasi dan monitoring para kader yang berada di eksekutif, legislatif, dan struktural partai seperti pengembangkan sistem informasi terpadu di mana track record dari kader ditampilkan dalam database partai.

Sebelum menyampaikan pidato politik selengkapnya, Megawati terlebih dahulu menjelaskan alasan partai yang dipimpinnya nya memilik Waduk Djuanda Jatiluhur sebagai tempat dilaksanakannya acara peringatan HUT ke-40 PDIP.

Mega menjelaskan, bendungan terbesar di Indonesia yang dibangun di masa pemerintahan Soekarno ini, memiliki sejarah dan imajinasi besar yang bisa menjadi ilham bagi bangsa Indonesia dalam melangkah ke depan.

Selain tokoh dan kader PDIP, beberapa undangan turut hadir diantaranya Akbar Tanjung, Jimly Ashdiqqie, mantan Kepala Polri Jenderal (Purn) Dai Bahctiar, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman, dan sejumlah tokoh lainnya.